close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Couhaib Driouech sayap kiri Maroko U-23 dibujuk ke timnas Belanda. Foto FootballTransfers NL via MSN
icon caption
Couhaib Driouech sayap kiri Maroko U-23 dibujuk ke timnas Belanda. Foto FootballTransfers NL via MSN
Olahraga
Minggu, 31 Maret 2024 13:25

Ketika Federasi Sepakbola Belanda merayu keturunan Maroko untuk berseragam De Oranje

Keputusan Ziyech ini sempat membuat Marco van Basten yang pada 2015 merupakan asisten pelatih Belanda meradang.
swipe

Bukan hanya PSSI yang gencar mencari pemain untuk dinaturalisasi terutama asal Belanda. Negeri Kincir Angin, salah satu negara gudang bintang sepakbola dunia pun masih mengais-ngais talenta "impor" bahkan sampai rebutan dengan konfederasi lain.

Bukti sahihnya dibongkar media Belanda baru-baru ini. Direktur KNVB (federasi sepak bola Belanda) Nigel de Jong disebut-sebut sedang berusaha meyakinkan seorang pemain keturunan Maroko, yang tinggal di Belanda untuk memilih timnas Oranje, dibanding Singa Atlas. 

Pemuda yang sedang didekati KNVB itu adalah Coulhaib Driouech, pemain sayap klub Excelsior. Informasi itu tersebar di podcast De Telegraaf Kick-off yang melaporkan bahwa Nigel de Jong telah mengadakan pertemuan dengan pemain tersebut. Tidak jelas kapan pertemuan ini diadakan dan apa hasilnya.

Driouech merupakan pemain internasional muda Maroko tetapi belum pernah dipanggil ke tim senior utama. Dia telah mencetak dua belas gol dan menambahkan tiga belas umpan gol untuk Excelsior.

Menurut Transfermarkt, Couhaib Driouech lahir di Haarlem, Belanda, pada 17 April 2002, berkebangsaan Maroko. Posisi spesialisnya sayap kiri dengan tinggi 1,75 meter. Saat ini, statusnya pemain timnas Maroko U-23.

Dikutip Football-Oranje, pemain berusia 21 tahun itu hampir bergabung dengan PSV Eindhoven di musim panas, sementara Feyenoord juga berharap merekrut talentanya yang menarik.

Bakat mudanya diasah di IJVV Stormvogels (hingga 2016), lalu berlanjut ke SC Heerenveen (2016-2020). Kariernya di Eredivisie (liga utama Belanda) musim ini tercatat sudah tampil 22 kali dengan 4 gol dan 5 assist. Nilai pasarnya EUR3 juta (setara Rp51,5 miliar).

Menarik menunggu sikap dari Couhaib Driouech. Apakah dia akan menolak rayuan KNVB atau menerimanya. Jika lebih memilih Maroko, Couhaib bisa jadi talenta, setidaknya, keempat keturunan Maroko yang gagal direkrut KNVB. 

Sebelumnya gelandang Sofyan Amrabat juga pernah didekati KNVB untuk memilih De Oranje. Namun pemain kelahiran Huizen Belanda 21 Agustus 1996 itu menolak KNVB dan memilih berbakti untuk Maroko. Di Piala Dunia 2022, Sofyan Amrabat tampil bersinar dan sukses mengantar Singa Atlas hingga ke empat besar.

KNVB juga pernah kehilangan talenta potensial ketika Hakim Ziyech yang pernah tampil di timnas Belanda U-21 akhirnya memilih Maroko. Mungkin ada faktor 'balas dendam' atas pilihannya membela negara leluhurnya tersebut daripada Belanda, tempat di mana ia lahir dan besar. Ziyech menerima panggilan Maroko, setelah ia diabaikan pelatih timnas Belanda Danny Blind. Pada 2015 ia memilih bermain untuk Maroko.

"Saya tidak akan bermain untuk Belanda. Memilih tim nasional tidak dilakukan dengan otak tetapi dengan hati. Dalam kasus saya, tanpa ragu, saya adalah Maroko. Saya selalu merasa Maroko meskipun saya lahir di Belanda. Banyak orang akan melakukannya tidak pernah mengerti perasaan ini."

Keputusan Ziyech ini sempat membuat Marco van Basten yang pada 2015 merupakan asisten pelatih Belanda meradang. Ia menilai Ziyech tidak sabar. 

Van Basten, adalah salah satu dari mereka yang mengecam dirinya dan rekannya yang keturunan Belanda-Maroko, Oussama Tannane, karena memilih Maroko.

"Hakim Ziyech dan Oussama Tannane adalah orang-orang idiot," kata mantan ikon permainan Belanda itu kepada De Telegraaf pada Maret 2016.

“Bagaimana Anda bisa begitu bodoh memilih Maroko jika pihak nasional Belanda jelas-jelas tertarik pada Anda,” kata van Basten.

Komentar van Basten ini ia lontarkan saat pemain itu ternyata tidak dipanggil pelatih Maroko ke skuad Piala Afrika 2017 di Gabon.

Tetapi pilihan Ziyech tidak salah. Ia akhirnya dipilih masuk ke dalam skuad Maroko untuk Piala Dunia 2018. Sebaliknya, Belanda tidak lolos Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia tersebut. Pada Piala Dunia 2022, kontribusi Ziyech sangat kental dalam membawa Maroko tampil gemilang dan mengejutkan dunia. (telegraph,football-oranje)

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan