Melihat peluang negara dari Jazirah Arab di Piala Dunia

Piala Dunia 2018 bakal diikuti oleh empat negara dari kawasan berbahasa Arab

Melihat peluang negara dari Jazirah Arab di Piala Dunia Sebuah bus bertuliskan nama julukan tim Maroko./fifa.com

11 November 2017 barangkali merupakan salah satu tanggal yang bersejarah dalam dunia persepakbolaan kawasan negara-negara Arab, karena pada tanggal itu pula negara Maroko dan Tunisia memastikan diri lolos ke Piala Dunia.

Maroko lolos dengan mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-0 di kandang lawan, sedangkan Tunisia berhasil menahan imbang tanpa gol Libya di Stade Olympique de Rades, sekitar 10 kilometer sebelah tenggara kota Tunis.

Dengan demikian, Maroko dan Tunisia bergabung dengan Arab Saudi dan Mesir yang telah memastikan lolos terlebih dahulu sebelumnya.

Peristiwa ini dapat dinilai historis karena berarti untuk pertama kalinya, Piala Dunia 2018 bakal diikuti oleh empat negara dari kawasan berbahasa Arab. Demikian dilansir Antara, Senin (11/6)

Empat tahun sebelumnya di Brasil, hanya Aljazair sebagai wakil dari negara kawasan Arab yang lolos. Itu pun hanya sampai babak 16 besar karena dikalahkan Jerman yang kemudian peraih Piala Dunia ketika itu.

Sedangkan dalam catatan Piala Dunia, partisipasi negara-negara berbahasa Arab yang tertinggi adalah di Piala Dunia 1986 dan 1998, yang masing-masing diikuti tiga tim kawasan Arab.

Bahasa Arab adalah bahasa yang terbentang luas yang penyebarannya dimulai sejak abad ke-7 dari jazirah Arab. Pada saat ini, negara-negara berbahasa Arab biasanya terletak di kawasan Timur Tengah (seperti Arab Saudi, Irak, dan Suriah), atau di kawasan Afrika Utara (seperti Aljazair, Maroko, Mesir, dan Tunisia).

Negara-negara dari kawasan tersebut yang paling banyak malang- melintang di Piala Dunia adalah Arab Saudi, Maroko, dan Tunisia, dengan masing-masing telah mengikuti hingga lima kali dari penyelenggaraan Piala Dunia selama ini.

Satu negara lainnya yang lolos ke Piala Dunia 2018, Mesir, telah lolos babak kualifikasi hingga sebanyak tiga kali Piala Dunia, hanya di bawah Aljazair yang sudah mengikuti empat kali Piala Dunia.

Sehingga menarik juga untuk dilihat bagaimana persiapan mereka menghadapi Piala Dunia yang bakal digelar setelah bulan suci Ramadan.

Menurut laman berita berbahasa Inggris dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yaitu thenational.ae, menyatakan, Ketua Asosiasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF) Adel Ezzat  memberikan dispensasi kepada pemain untuk menunda puasa mereka. Tetapi sejumlah sumber dalam media tersebut menyebutkan anggota tim Saudi tetap menjalankan puasa semampu mereka.

Sebelum datangnya Ramadan, para pemain Arab Saudi dilaporkan menjalani pelatihan berintensitas tinggi selama tiga pekan di Spanyol Selatan.

Sedangkan selama tiga hari pertama bulan puasa, mereka diberikan waktu bersama keluarga sebelum diterbangkan ke Zurich, Swiss, untuk persiapan pelatihan final sebelum ke Rusia.

Arab Saudi juga dijadwalkan bakal bertarung melawan tuan rumah Rusia dalam pembukaan Piala Dunia 2018, tepatnya pada 14 Juni mendatang di St Petersburg.

Tim berjuluk Green Falcons ini tiba di Rusia sekitar enam hari sebelum pembukaan, atau masih masuk bulan Ramadan.

Berdasarkan prakiraan cuaca, bila pemain Saudi tetap berpuasa selama berlatih sebelum pembukaan, maka mereka menjalaninya selama lebih dari 18 jam karena saat ini di Eropa sedang musim panas.

Pelatih Arab Saudi, Juan Antonio Pizzi, mengatakan akan menghargai apa pun keputusan pemain, apakah mereka mau memutuskan berpuasa atau tidak.

Juan Pizzi, yang berkebangsaan Argentina, ditunjuk menjadi pelatih kepala timnas Saudi sejak 28 November 2017.

Pizzi sendiri sebelumnya memiliki pengalaman sebagai pelatih timnas Chile pada periode 2016-2017, dan salah satu prestasinya adalah membawa Chile memenangkan Copa America Centenario dengan mengalahkan Argentina dalam adu pinalti di final.

Sedangkan pemain bintang Saudi salah satunya adalah Mohammad Al Sahlawi, yaitu striker dari tim Al-Nassr yang telah mencetak sebanyak 16 gol bagi Arab Saudi dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bila Arab Saudi memiliki Al Sahlawi, maka Mesir memiliki sosok bintang yang dapat disebut lebih tersohor dan fenomenal pada saat ini, yaitu penyerang sayap Liverpool, Mohamed Salah.

Bersama Liverpool, Salah berhasil menjadi pemain andalan dan pencetak skor terbanyak dari tim The Reds, dan berhasil meraih beragam penghargaan seperti Premier League Player of the Season 2017-18, serta membawa Liverpool ke ajang final Piala Champions.

Meski di final tersebut, Salah sempat didera cidera akibat benturan dengan bek Real Madrid, Ramos, Salah tetap menyatakan optimismenya, cederanya bisa sembuh dan dirinya bisa ikut bertanding dengan The Pharaoh (julukan timnas Mesir) di Piala Dunia.

Di tingkat internasional, Salah juga telah kenyang pengalaman dengan mewakili tim yunior Mesir seperti di Piala Afrika U-20, Piala Dunia U-20, dan Olimpiade 2012.

Salah bersama-sama dengan rekan satu timnya berlatih di sejumlah tempat, salah satunya adalah di Zurich, Swiss.

Menurut manajer timnas Mesir, Ehab Leheta, pihak manajemen puas dengan tempat latihan di Zurich yang bermanfaat untuk melatih taktik dan merekatkan sinergi internal antarpemain.

"Kami memilih Zurich karena alasan khusus. Untuk pergi ke luar Mesir, membiasakan pemain bermain beberapa pertandingan dalam satu pekan dan bepergian, ini adalah latihan yang sama yang akan diterapkan di Piala Dunia," kata Ehab Leheta sebagaimana dikutip laman thenational.ae.

Mesir sendiri bakal dilatih oleh Hector Cuper, yang pernah melatih sejumlah tim besar seperti Valencia dan Internazionale.

Sementara itu, timnas Maroko berhasil lolos kembali ke ajang Piala Dunia untuk pertama kalinya selama 20 tahun.

Meski telah dua dekade tidak menginjak Piala Dunia, "Lions of the Atlas" bertabur pula sejumlah bintang, seperti gelandang menyerang Ajax, Hakim Ziyech, sayap Fenerbache, Nabil Dirar, serta pemain tengah Galatasaray, Younes Belhanda.

Maroko juga dilatih pelatih asal Prancis, Herve Renard, yang memiliki kesuksesan dengan sejumlah tim dari Afrika lainnya, seperti membawa Zambia memenangkan Piala Afrika 2012, dan Pantai Gading tiga tahun kemudian.

Sedangkan Tunisia juga kembali ke ajang Piala Dunia sejak 12 tahun lalu, dan banyak diisi oleh generasi baru seperti gelandang serang Rennes, Wahbi Khazri, yang telah mencetak 12 gol untuk negaranya.

Tunisia, yang bertajuk sebagai tim Elang Kartago itu, mencetak rekor tidak terkalahkan selama kualifikasi Piala Dunia. Pelatih utama mereka adalah Nabil Maaloul, warga asli Tunisia.

Di dalam Piala Dunia, Arab Saudi dan Mesir akan berada di Grup A bersama-sama dengan Uruguay, dan tim tuan rumah Rusia.

Sementara Maroko akan bergabung di Grup B bersama-sama dengan tim raksasa Spanyol dan Portugal, serta timnas Iran.

Sedangkan Tunisia bakal bertarung di Grup G untuk beradu dengan Inggris, Belgia, serta Panama.

Menurut laman berita telegraph.co.uk, dari keempat negara yang berasal dari kawasan berbahasa Arab tersebut, kemungkinan hanya Mesir yang akan dapat lolos ke tahap babak berikutnya.

Namun, sebagaimana banyak disebut bahwa bola itu bundar, dan hasil akhir baru bisa dilihat sejak wasit meniup peluit panjang, tidak tertutup kemungkinan akan lahirnya kejutan.


Berita Terkait