sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Opini: PSSI pindah konfederasi saja

Wilayah Nusantara 2/3 berupa perairan yang memanjang dari barat ke timur sebagai muara teritorial Pasifik.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Rabu, 05 Jan 2022 14:43 WIB
Opini: PSSI pindah konfederasi saja

PSSI memastikan kontrak jangka panjang untuk pelatih Shin Tae-yong menangani tim nasional. federasi sepakbola Indonesia sebaiknya juga mulai menimbang kemungkinan untuk beralih keanggotaan di konfederasi. Pertimbangannya berdasarkan sejumlah alasan.

Wilayah Nusantara 2/3 berupa perairan yang memanjang dari barat ke timur sebagai muara teritorial Pasifik. Setengah geografi negara ini juga berada di kawasan Oseania. Berbagai ras otentik dengan kebudayaan tradisional di bawah naungan panji-panji Bhinneka Tunggal Ika sebagian bernuansa Melanesia. Di mana ketiga kultur besar di Samudera Pasifik meliputi Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia sangat dekat dengan Indonesia. Separuh nama kita adalah '-nesia' di suku kata terakhirnya, bukan?

Walaupun sebagian besar berupa lautan dan mencakup banyak lempeng benua, Oseania kadang-kadang dikategorikan sebagai salah satu benua. Sedangkan Melanesia berbentuk gugus kepulauan yang memanjang dari kepulauan Nusa Tenggara Timur di Indonesia hingga ke timur sampai Pasifik bagian barat, serta utara dan timur laut Australia.

Saatnya sudah tepat bila PSSI mengalihkan fokus untuk pindah: mendaftar ulang jadi anggota Konfederasi Sepakbola Oseania (OFC). Di OFC tidak ada Piala AFF, yang tampaknya terindikasi cuma jadi ajang adu curang dalam kawasan internal sebatas ASEAN. Prioritas kesibukan federasi kita selama ini melulu menyiapkan target juara Piala Suzuki dan medali emas SEA Games. Itu seperti dua jebakan yang membuat Indonesia terus terpuruk dalam peta kecil sebatas Asia Tenggara. Sementara hasil capaian di ajang yang lebih prestisius Piala Asia, Olimpiade, dan Pra-Piala Dunia senantiasa babak belur hancur-hancuran.

Pertimbangan move on dari AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) ke OFC boleh diwacanakan dengan mencontoh Australia yang sebaliknya pindah dari OFC ke AFC. Socceroos kini justru malah sering menyandung langkah Indonesia untuk maju, terakhir di penyisihan Piala Asia U-23, tahun lalu.

Coba lihatlah peta OFC terdiri dari 11 anggota FIFA. Hanya enam negara yang berperingkat lebih tinggi dari timnas: Selandia Baru di rangking 110 FIFA, Solomon Islands (141), New Caledonia (153), Tahiti (159), Fiji (161), dan Vanuatu (163).

Kalau Indonesia masuk ke OFC akan otomatis menjadi unggulan ketujuh. Dari 11 anggota OFC itu tersedia satu jatah Piala Dunia melalui tahap play-offs antarkonfederasi. Pada fase kualifikasi akhir dengan kemungkinan melawan salah satu tim asal Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin atau Amerika Tengah.

Praktis kompetitor yang berdaya saing ke pentas dunia hanya enam peringkat OFC teratas tadi. Di atas kertas, lima besar Solomon Islands dkk agak lebih mudah dikalahkan. Saingan paling berat cuma satu: Selandia Baru. Beratnya lebih pada seandainya kesebelasan asal negeri tropis seperti Indonesia bermain dalam cuaca musim dingin.

Sponsored

Jika suhu ekstrem bersalju di Auckland atau Wellington mempengaruhi faktor kesehatan pemain, tentu timnas dapat mengajukan usul supaya pertandingan digelar di tempat netral saja. Daripada nanti semua pemain Indonesia terpapar dehidrasi atau berlari pada mimisan.

Namun, udara Pasifik dan kutub selatan justru lebih mudah diadaptasi oleh beberapa pemain asal Eropa yang sedang dinaturalisasi PSSI. Ketimbang mereka disuruh main ke gurun pasir yang panas terik untuk menghadapi negara-negara Timur Tengah.

Bayangan target timnas akan tertuju pada sasaran utama: ke Olimpiade dan Piala Dunia dari OFC. Apabila bisa melewati Selandia Baru, setengah langkah sudah menapak ke ambang batas impian. Di tahap play-offs antarkonfederasi, kemungkinan akhir melawan salah satu tim asal Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin atau Amerika Tengah.

Di situ jelas musuh yang kelak dijumpai bukan kesebelasan kelas atas pada masing-masing konfederasi. Biasanya sesama kuda hitam juga, tim kejutan belaka. Dengan peluang 50:50, dengan kata lain kita menantang lawan berkekuatan sepadan.

Sementara -- sebagai perbandingan -- AFC terdiri dari 47 anggota FIFA. Rangking timnas pada peringkat 34 di Asia, artinya di papan bawah. Dari 47 anggota AFC itu tersedia 4+1 atau 5+1 jatah Piala Dunia edisi terkini untuk Qatar 2022 mendatang.

Belum lagi ditambah catatan tentang fakta miring bahwa FIFA masih lazim suka-suka mengubah aturan syarat dan jatah kecuali untuk Eropa dan Amerika Latin. Itu dua konfederasi top favorit karena juara dunia hanya lahir dari kedua benua. Jatah 4+1 atau 5+1 bagi AFC tidak pasti, angka itu bisa berganti seiring waktu.

Secara teoretis, 47 pesaing berkompetisi untuk memperebutkan enam slot AFC maksimal (5+1) di pentas dunia. Sebanyak 18 unggulan nangkring pada peringkat di bawah 100 FIFA. Di antara 18 besar tersebut, sembilan negara belum pernah lolos mendunia. Miris saja AFF-nya ASEAN sekadar menyertakan satu wakil di urutan kedua paling buncit: Vietnam. Sisa jalan skuad Park Hang seo telah tertutup buntu dalam kualifikasi ronde ketiga saat ini.  

Sebenarnya Australia juga wakil AFF-nya ASEAN di Pra-Piala Dunia 2022. Tapi Australia sengaja tidak diperhitungkan dalam ikhtisar ini. Mereka dulu merengek ikut AFC dengan menyempalkan diri di AFF. Sampai sekarang partisipasinya pada pelbagai ajang kompetisi se-Asia Tenggara amat langka. Australia seperti bukan anggota AFF karena AFF juga tak pernah memberi sanksi atas absennya mereka.

Rute kualifikasi AFC ke Piala Dunia, sama seperti OFC, terbagi dalam tiga tahap: ronde pertama-kedua-ketiga. Dalam sejarah, Indonesia hanya mampu mencapai prestasi terbaik hingga ronde kedua, termasuk mengalahkan China kemudian menolak bertanding lawan Isreal pada tahun 1958. Sekali terulang lagi di 1986 sewaktu juara Sub-grup 3B dan maju ke depan Korea Selatan lalu takluk di Seoul dan Jakarta sebelum sempat menghadang Jepang di ronde ketiga.

Ronde kedua telah menjadi sejarah PSSI. Sejak saat itu, 36 tahun sudah berlalu. Kita mengukir nama pada gelanggang Olimpiade dan Piala Dunia. Timnas sebuah kesebelasan yang nyaris mengalahkan Uni Sovyet di Olimpiade 1956, hampir ke Piala Dunia 1958, selangkah lagi ke Olimpiade 1976, dan nyaris lolos Piala Dunia 1986. Rasanya banyak penggemar menggigit bibir mereka dengan getir. Karena hasil itu bermakna meleset semua.

PSSI terus melangkah mundur menjauhi piala. Di urutan 34 dari 47 anggota AFC, posisinya tidak bisa diharapkan apa-apa. Jika lebih lama lagi, federasi ini mungkin membawa Indonesia makin membusuk di Asia.

Berita Lainnya
×
tekid