sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perjalanan bersejarah Maroko berlanjut, 1-0 kalahkan atas Portugal

Dengan kemenangan tersebut, Maroko menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang lolos ke semifinal dalam sejarah Piala Dunia.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Minggu, 11 Des 2022 05:59 WIB
Perjalanan bersejarah Maroko berlanjut, 1-0 kalahkan atas Portugal

Kemenangan memastikan langkah Maroko melaju ke semifinal Piala Dunia 2022. Pertarungan perempat final Maroko melawan Portugal telah berakhir 1-0, yang membuat Atlas Lions melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dengan kemenangan tersebut, Maroko menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang lolos ke semifinal dalam sejarah Piala Dunia.

Singa Atas menampilkan performa istimewa dan luar biasa lanjutan melawan Portugal, dengan garis pertahanan yang kuat, siap untuk menghancurkan serangan balik dan upaya mencetak gol Portugal.

Babak Pertama

Lima belas menit pembukaan yang sulit terlihat kedua tim sengit bersaing, dengan serangan mengalir Portugal berusaha mencari cara melewati pertahanan solid Maroko. Seperti pertandingan sebelumnya, Maroko tampak nyaman membiarkan lawan mempertahankan penguasaan bola saat Atlas Lions menerapkan momen tekanan yang terkoordinasi dengan baik.

Sepuluh menit kemudian Portugal mencoba untuk menemukan celah melewati Maroko melalui beberapa umpan panjang yang ditujukan kepada pemain sayap kiri cepat berusia 23 tahun João Félix, tetapi begitu bola bergerak ke arah gawang, bek-bek Maroko dengan cepat memberikan tekanan.

Saat tiga puluh menit pertama pertandingan berjalan, Portugal berjuang menghasilkan peluang yang signifikan ke gawang sambil terus mempertahankan mayoritas penguasaan bola. Namun rasa mulai frustrasi tampak di wajah pelatih Fernando Santos.

Permainan teknis yang cerdik dan umpan cepat yang tepat di lini belakang Maroko sering membuat Atlas Lions bermain tajam menuju gawang Portugal. Kedua tim bertukar beberapa tembakan tinggi ke gawang, seringkali tanpa perlu intervensi dari penjaga gawang.

Sementara warna yang dikenakan oleh para penggemar di Stadion Al Thumama sangat mirip mengingat warna nasional kedua negara, sama-sama merah hijau, para penggemar Maroko lebih menonjol secara lantang.

Pada menit ke-41, Maroko membuka skor dengan sundulan akurat oleh striker setinggi 1,88 meter Youssef En-Nesyri menyambar bola melengkung yang masuk ke dalam kotak. Beberapa menit kemudian Maroko membutuhkan sedikit keberuntungan saat tembakan Bruno Fernandes meroket dari tiang atas gawang Maroko dan pemain Portugal itu meminta penalti setelah striker mereka melakukan diving di akhir babak pertama.

Babak Kedua

Babak kedua dimulai seperti akhir babak pertama. Portugal mempertahankan penguasaan bola dan berusaha mencari ruang melalui sayap. Namun, peluang pertama yang tepat datang beberapa menit kemudian saat tendangan bebas Ziyech mengarah ke gawang, mampu ditepis kiper Portugal Costa.

Pada menit ke-50, pers Portugal mendapatkan apa yang telah berulang kali mereka desak untuk dilakukan oleh pelatih mereka: Christiano Ronaldo dimasukkan ke dalam permainan. Setelah berminggu-minggu perdebatan di seantero Portugal tentang posisi Ronaldo di tim, superstar berusia 37 tahun yang mulai memudar itu tampak bersemangat untuk mengakhiri perdebatan.

Sebuah serangan balik cepat oleh Maroko lewat tembakan jarak jauh gelandang berusia 22 tahun Azzedine Ounahi melayang di atas gawang Portugal menyusul pergerakan menyerang yang menjanjikan oleh skuad Atlas Lions.

Namun kegembiraan berakhir dengan cepat untuk kapten Maroko dan bek tengah yang andal Romain Saiss, yang ditarik keluar karena cedera. Pemain sayap Hakim Ziyech menggantikan posisi kapten.

Saat pertandingan berlangsung melewati menit ke-66, Stadion Al Thumama semakin terdengar seperti pertandingan kandang bagi Maroko saat pekik suporter Maroko terdengar di sekitar stadion, diikuti dengan peluit nyaring setiap kali Portugal menguasai bola. Dukungan penonton jelas dibutuhkan saat para pemain Maroko mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Terlepas dari permainan pertahanan Maroko yang keras, pertandingan tetap sportif tanpa tekel kasar yang tidak perlu. Kartu kuning pertama untuk Maroko baru diterima bek pengganti kapten, Achraf Dari, pada menit ke-70. Pertandingan ini sangat kontras dengan laga malam sebelumnya yang "panas" antara Argentina dan Belanda.

Band kapten ditukar sekali lagi, saat Ziyech menyerahkannya kepada Sofyan Amrabat. Pemain sayap itu diganti pada menit ke-80 setelah cedera yang tampaknya ringan. Kiper Maroko Bono kemudian menyelamatkan Maroko dua kali, dengan penyelamatan yang luar biasa dan defleksi setelah tendangan sudut Portugal.

Pada menit kedua dari perpanjangan waktu 8 menit, pemain depan Walid Cheddira dikeluarkan dari lapangan dengan kartu kuning keduanya. Keluarnya Walid menambah lebih banyak tekanan dan drama pada pertandingan di saat-saat terakhir.

Maroko kemudian gagal mengonversi peluang bersih setelah penyerang Zakaria Aboukhlal gagal dalam situasi satu lawan satu berhadapan dengan kiper Portugal.

Perayaan Maroko

Saat peluit akhir dibunyikan, Maroko meledak dalam perayaan. Kemenangan tersebut menandai satu pekan lagi perayaan dan pesta besar di seluruh dunia Arab dan Afrika. Seiring dengan setiap kemenangan, populasi Maroko tampaknya bertambah jutaan orang, mengingat dukungan besar yang diterima Atlas Lions dari penggemar seluruh dunia.

Warga Maroko di penjuru negeri itu membungkus tubuh mereka dengan bendera, melambai-lambaikan bendera, dan meneriakkan segala macam slogan untuk merayakan kemenangan yang memang pantas didapatkan hari ini.

Menyusul kualifikasi negara itu ke perempat final pada hari Selasa, Raja Mohammed VI terlihat bergabung dengan para penggemar di Rabat untuk merayakan kegemilangan Atlas Lions. Sebuah video viral online menunjukkan raja mengenakan jersey sepak bola Maroko dan mengibarkan bendera di mobilnya.

Video lain menunjukkan Pangeran Moulay Rachid juga merayakan kemenangan di Rabat.

Emir Qatar juga merupakan penggemar berat Atlas Lions. Beberapa video menunjukkan Emir merayakan setiap kemenangan Maroko bersama keluarganya, yang mengibarkan bendera dan dengan bangga memuji tim nasional Maroko.

Atlas Lions Maroko menerima banyak ucapan selamat dari banyak kepala negara, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Macky Sall dari Senegal.

Menyusul kemenangan bersejarahnya, Maroko sekarang akan mengincar satu langkah lebih jauh menuju kemenangan lain untuk mengamankan tiket ke final.

Berita Lainnya
×
tekid