sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rekapitulasi TKN tunjukkan suara Jokowi-Ma'ruf tak terkejar

TKN mengklaim telah mengantongi data suara 80 juta pemilih Jokowi-Ma'ruf.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Rabu, 08 Mei 2019 19:54 WIB
Rekapitulasi TKN tunjukkan suara Jokowi-Ma'ruf tak terkejar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

 Sebanyak 80 juta suara pemilih pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf terekam masuk ke War Room Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Dengan raupan suara nasional sebesar itu, Jokowi-Ma'ruf diklaim sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Prabowo-Sandi. 

"Maka, pertandingan sebenarnya sudah selesai. Sisanya formalitas saja, mau diambil sisanya sama 02 juga tidak pengaruh lagi. Itu karena kita sudah melewati angka psikologis," ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edi di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/5). 

Lukman mengatakan, raupan 80 juta suara dari 813.350 TPS itu merupakan angka psikologis yang secara logika tidak bisa ditepis lagi keabsahannya. Pasalnya, menurut catatan KPU, sebanyak 81% pemegang hak pilih berpartisipasi pada Pemilu 2019. 

Jika jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap KPU itu sebesar 193 juta, maka jumlah pemilih yang berpartisipasi ialah sekitar 155 juta. Dengan raupan 80 juta suara, otomatis Jokowi-Ma'ruf tidak mungkin lagi disalip oleh pasangan Prabowo-Sandi. 

Sponsored

"Partisipasinya kita ambil partisipasi KPU yang lebih tinggi dari internal TKN. Kalau partisipasi internal (versi) TKN itu 80,5% (dari total DPT), sementara KPU 81%," ujar Lukman. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thorir mengatakan pasangan jagoannya tetap menunggu hasil resmi yang bakal diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, 22 Mei mendatang.

"Sampai hari ini sama, beliau (Jokowi) konsisten menunggu (pengumuman) KPU. Tapi, enggak ada salahnya sambil menunggu beliau bekerja karena pembangunan harus dijalankan. Terus berikan data dan fakta tanpa klaim," ucap Erick.

Berita Lainnya