logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga, tempe, dan terawang akhir Pilpres 2019

Menggunakan tempe di tangannya, Sandi 'meneropong' masa depannya di Pilpres 2019.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Jumat, 25 Jan 2019 15:28 WIB
Sandiaga, tempe, dan terawang akhir Pilpres 2019

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno kembali melanjutkan safari politiknya di Pulau Sumatra. Kali ini, Sandiaga berkeliling ke sejumlah titik di Jambi. Tak terkecuali di Jambi, pasar rakyat menjadi salah satu lokasi Sandiaga 'memikat' publik. 

Dibalut kemeja lengan pendek berwarna biru, Sandiaga pun berkeliling di Pasar Angsoduo, Jambi, Jumat (25/1) siang itu. Di pasar modern itu, Sandiaga menyerap aspirasi dan keluhan para penghuni pasar. Tak lupa, Sandiaga menanyakan harga tempe kepada para pedagang. 

"Setiap ke pasar saya selalu pantau harga tempe, tempe ini paling penting. Di Jambi tempe tidak tipis dan harganya masih normal. Soalnya saat harga melonjak, bentuk tempe pun jadi tipis," kata Sandi, sapaan akrab Sandiaga, kepada wartawan. 

Sambil memegang bongkahan tempe, Sandi pun bergurau jika tempe di Jambi bisa digunakan untuk meneropong masa depannya pada 17 April 2019 nanti.

"Hasil terawangan saya, kita yakin Prabowo-Sandi menang," kata Sandi sembari menghadap ke atas dengan posisi seperti sedang meneropong dengan tempe di tangannya itu. 

Sandi memang punya 'kedekatan khusus' dengan tempe. September lalu, ucapan Sandi soal tempe setipis kartu ATM sempat mewarnai pemberitaan di berbagai media. Sandi mengaku klaim keberadaan tempe setipis ATM itu merupakan keluhan seorang warga Duren Sawit, Jakarta, yang ia kutip.

"Yang saya sampaikan itu adalah suara dari rakyat. Itu dari Bu Yuli dan rekannya di Duren Sawit. Itu exactly word by word yang disampaikan mereka. Kalau misalnya teman-teman itu mengartikannya sebagai suatu jeritan masyarakat, iya. Apakah ini hiperbol? Mungkin iya," cetus Sandi saat itu.

Ketika itu, pernyataan soal tempe setipis ATM jadi peluru bagi kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf untuk merundung Sandi. Kubu TKN sempat menyebut Sandi sedang menyebar kabar bohong alias hoaks.   

Sponsored

Bahkan, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita sampai harus mengunjungi kawasan sentra produksi tahu dan tempe di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, untuk membuktikan ucapan Sandi itu. Menurut Enggar, Sandi salah kaprah. 

"Saya dengar sebelumnya tempe itu setebal kartu kredit. Memang betul, tapi itu keripik tempe. Saya langsung telepon importir mereka bilang juga enggak naikin harga," ujar  menteri asal NasDem itu. 

Di Pasar Angsoduo, Sandi tak banyak membahas ketebalan tempe. Tipis atau tidak, Sandi mengatakan, tempe penting bagi denyut kehidupan di pasar rakyat. "Dari berjualan tempe tentunya kehidupan rumah tangga bisa diperbaiki," tandas Sandi. (Ant)