close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersalaman dengan eks Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa (kanan) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Februari 2024. /Foto Instagram @khofifah.ip
icon caption
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersalaman dengan eks Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa (kanan) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Februari 2024. /Foto Instagram @khofifah.ip
Pemilu
Senin, 25 Maret 2024 17:01

Skenario pilkada rasa pilpres di Pilgub Jatim 2024

Khofifah sudah mengantongi dukungan dari empat parpol pengusung Prabowo-Gibran.
swipe

Bursa kandidat Gubernur Jawa Timur (Jatim) terus menghangat. Selain eks Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sejumlah nama politikus dan menteri mengemuka sebagai calon-calon yang potensial diusung maju jadi cagub. Meski begitu, baru Khofifah yang hampir pasti mengantongi tiket untuk maju. 

Saat ini, Khofifah sudah mengantongi dukungan resmi dari Gerindra, Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Secara lisan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga telah menyatakan bakal mengusung Khofifah di Pilgub Jatim. 

Keempat parpol itu merupakan parpol pengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) di Pilpres 2024. Pada "menit-menit akhir" jelang pencoblosan, Khofifah mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan tersebut.

Di hadapan para petani milenial di Lumajang, Jatim, Sabtu (23/3) lalu, Khofifah menyatakan siap maju di Pilgub Jatim 2024. Ia berencana kembali menggandeng Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Dardak sebagai pendampingnya. "Saya masih nyaman dengan Mas Emil," kata Khofifah

Di internal PKB, sejumlah nama diisukan bakal diusung maju di Pilgub Jatim 2024, semisal Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dan eks Bupati Lumajang Thoriqul Haq alias Cak Thoriq. 

Meski belum mengerucutkan nama-nama kandidat, Sekretaris DPD PKB Jatim Anik Maslachah mengatakan PKB bakal mengutamakan kader internal untuk maju di Pilgub Jatim. 

"Dalam waktu dekat kami akan membentuk desk pilkada baik untuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota. Yang pasti kader akan mendapatkan porsi yang lebih banyak," kata Anik kepada wartawan di Surabaya, Jatim, belum lama ini. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI), PKB meraih sekitar 2,5 juta suara pada Pileg 2024 untuk tingkat DPRD Jatim. Jika dikonversi, partai besutan Muhaimin itu mengantongi 20,4% suara provinsi dan kemungkinan bakal mendapat 27 kursi DPRD Jatim. Artinya, PKB bisa mencalonkan sendiri kandidat gubernur. 

Di kubu PDI-Perjuangan, nama eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencuat sebagai kandidat Gubernur Jatim. Risma saat ini masih menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos). Mengantongi 16,1% suara di Pileg DPRD Jatim, PDI-P juga tak akan kesulitan mengusung calon sendiri. 

Analis politik dari Universitas Brawijaya (Unibraw) George Towar Ikbal Tawakkal mengatakan peta koalisi parpol untuk Pilgub Jatim bakal serupa dengan peta koalisi Pilpres 2024. Namun, ia memperkirakan hanya bakal ada dua pasang calon yang maju.  

"Sementara PKB sebagai pemenang di Jawa Timur, dugaan saya, PKB akan merapat ke koalisi presiden terpilih. PKB tidak memiliki DNA oposisi sehingga ada kemungkinan PKB akan mendukung Khofifah," ucap Ikbal kepada Alinea.id, Minggu (24/3).

Di Pilpres 2024, PDI-P mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan sejumlah partai non parlemen. Di lain kubu, PKB bergabung bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem untuk mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). 

Ikbal tak menutup kemungkinan Pilgub Jatim diikuti tiga pasang calon. Jika itu terjadi, ia menyebut PKB bakal mengusung Abdul Halim Iskandar, sedangkan PDI-P bersama koalisinya bakal mendorong Risma untuk maju. 

"Tapi, sayangnya Halim tidak memiliki akar yang kuat di dalam NU. Secara image, NU lebih kuat kepada Khofifah. Kemungkinan PDI-P merapat ke koalisi (pendukung Halim) agak sulit karena dia punya figur kuat yang dianggap bisa menjadi lawan seimbang untuk Khofifah yaitu Menteri Sosial Tri Rismaharini," ucap Ikbal.

Sesuai aturan, parpol pengusung calon gubernur harus punya 24 kursi di DPRD Jatim. Mengantongi 21 kursi anggota DPRD, PDI-P hanya membutuhkan tambahan 3 kursi lagi untuk bisa mengusung kandidat. Koalisi dengan PPP sebagaimana pada era Pilpres 2024 potensial kembali terwujud. 

Analis politik dari Universitas Jember (Unej) Muhammad Iqbal sepakat koalisi parpol di Pilgub Jatim potensial identik dengan koalisi pada tingkat nasional di pentas Pilpres 2024. Apalagi, Khofifah sudah mengantongi tiket dari empat parpol pendukung Prabowo-Gibran. 

"Sementara PKB sebagai pemenang pileg 2024 yang memenangi 36 dari 38 kabupaten dan kota di Jatim tentu akan sangat matang menyiapkan taktik dan strategi bagi calonnya melawan Khofifah-Emil. Boleh jadi PKB kembali akan berkoalisi dengan Nasdem dan PKS di pilgub nanti," kata Iqbal kepada Alinea.id, Minggu (24/3).

PDI-P kemungkinan akan menggandeng PPP untuk mengusung pasangan calon sendiri. Selain Risma, menurut Iqbal, eks Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Sumenep Ahmad Fauzi punya kans untuk diusung jadi calon gubernur. 

Menurut Iqbal, Pilgub Jatim 2024 akan jadi ajang pembuktian bagi kubu parpol pengusung pasangan Ganjar-Mahfud dan AMIN. Ia menyebut masih ada residu konflik antara kedua kubu itu dengan kubu Prabowo-Gibran yang di-endorse Jokowi. 

"Boleh jadi masih membekas. Baik PKB maupun PDI-P tampaknya bakal menjadikan Pilgub Jatim ini sebagai palagan pembuktian politik untuk mengalahkan pasangan gubernur petahana," ucap Iqbal.

 

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan