Banjir menggenangi Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Kamis (22/1). Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter hingga masuk ke dalam rumah warga, mengganggu mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Genangan air di sejumlah ruas jalan di Petogogan menyebabkan kendaraan bermotor tidak dapat melintas. Warga yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor terpaksa menghentikan aktivitas berkendara. Untuk beraktivitas, sebagian warga memilih berjalan kaki menerobos banjir, bahkan menggunakan perahu.
“Cukup terganggu sih. Akses motor enggak bisa lewat, jadi ribet mau ke mana-mana,” ujar Samsul, salah seorang warga Petogogan, saat berbincang dengan Alinea.id, Jumat (23/1).
Samsul menuturkan banjir mulai datang sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Ketinggian air yang mencapai sekitar 80 sentimeter menyebabkan air masuk ke dalam rumahnya.
“Tadi pagi air naik sekitar jam lima. Sampai sekarang sekitar 80 senti-an (sentimeter), rumah saya juga sampai kemasukan air,” kata Samsul.
Wilayah Petogogan dikenal sebagai daerah rawan banjir. Menurut Samsul, kejadian serupa telah berulang selama bertahun-tahun dengan ketinggian air yang bervariasi. Banjir terparah tercatat terjadi pada 2007, dengan ketinggian air mencapai hampir tiga meter.
“Sudah sering banjir di sini. Paling tinggi kira-kira tiga meteran waktu tahun 2007,” ujarnya.
Secara keseluruhan, banjir di Jakarta kembali meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, yang dikutip Antara, hingga Jumat (23/1) tercatat 143 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan di lima wilayah kota masih terendam banjir. Penyebab utama genangan adalah curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai dan saluran air.
Di Jakarta Selatan, banjir merendam 66 RT, termasuk 26 RT di Kelurahan Petogogan dengan ketinggian air berkisar 30–80 sentimeter. Sementara itu, genangan juga terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara dengan ketinggian bervariasi antara 15 hingga lebih dari 100 sentimeter.
Selain permukiman, banjir turut merendam sejumlah ruas jalan utama dan mengganggu arus lalu lintas. BPBD DKI Jakarta bersama dinas terkait terus melakukan penyedotan air, memastikan pintu air berfungsi, serta memantau perkembangan genangan di lapangan.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah DKI Jakarta.