Putin tegaskan Rusia akan tetap lanjutkan perang dengan Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya akan tetap melanjutkan perang di Ukraina hingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Ia juga mengakui operasi militer tersebut membawa risiko, termasuk korban di medan perang dan tekanan terhadap perekonomian Rusia.
Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pidato di parlemen Rusia menjelang pemilihan legislatif yang dijadwalkan berlangsung pada September. Dalam pidato tersebut, ia memastikan Moskow akan tetap mempertahankan strategi yang dijalankan sejak invasi ke Ukraina.
Melansir dari Turkiye Today, Rabu (29/7), Pernyataan itu disampaikan Putin saat berpidato di Duma Negara atau majelis rendah parlemen Rusia, menjelang pemilihan legislatif pada September.
"Kami mengejar tujuan yang telah ditetapkan untuk negara ini dengan hati-hati, gigih, dan mantap, dan kami akan mencapainya," kata Putin.
Putin juga menyoroti kondisi ekonomi Rusia di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Menurut dia, Rusia masih menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India, sekaligus menjadi yang terbesar di Eropa.
Meski demikian, Putin mengakui perekonomian negaranya masih menghadapi tantangan, terutama meningkatnya inflasi. Namun, ia menilai sistem ekonomi dan keuangan Rusia tetap stabil berkat kebijakan pemerintah yang berfokus pada penguatan industri, sektor pertahanan, dan program sosial.
Di sisi lain, Putin mengakui operasi militer di Ukraina membawa konsekuensi besar, termasuk jatuhnya korban di pihak militer Rusia. Menurut dia, setiap langkah yang lebih agresif di medan perang selalu disertai risiko yang harus dihadapi.
Kendati demikian, Putin menegaskan Rusia tidak akan mengubah arah kebijakannya. Ia menyebut pasukan yang bertempur di Ukraina sebagai pejuang yang membela kepentingan negara dan mendapat dukungan dari masyarakat Rusia.
"Kita akan mencapai tujuan kita, dan bersama-sama kita akan melakukan segala sesuatu untuk kemenangan dan untuk Rusia," ujarnya.
Dalam pidato yang sama, Putin kembali menuding sanksi Barat gagal melemahkan Rusia. Ia mengeklaim kebijakan tersebut justru memberikan dampak negatif bagi negara-negara yang menerapkannya, terutama di Eropa.
Menurut Putin, dunia kini sedang memasuki tatanan baru di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ia juga menegaskan rakyat Rusia secara historis selalu mampu bersatu menghadapi tekanan dari luar.
"Hal ini selalu terjadi, dan persis seperti itulah yang terjadi hari ini," tutup Putin.