close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto Pixabay.
icon caption
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto Pixabay.
Peristiwa
Kamis, 19 Februari 2026 14:56

Trump desak Inggris tak serahkan Diego Garcia di tengah polemik Chagos

Trump mendesak Inggris tak menyerahkan Diego Garcia ke Mauritius, meski AS sebelumnya mendukung kesepakatan Chagos.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik rencana Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Ia secara tegas meminta London tidak melepas Pulau Diego Garcia yang selama ini menjadi pangkalan militer strategis Inggris dan AS.

“Jangan menyerahkan Diego Garcia,” tulis Trump di media sosial, dilansir dari BBC, Kamis (19/2).

Ia menegaskan bahwa wilayah itu tidak boleh diambil dari Inggris dan memperingatkan langkah tersebut akan menjadi noda bagi sekutu besar AS. Pernyataan ini muncul meski sebelumnya pemerintah AS secara resmi mendukung keputusan Inggris untuk melanjutkan kesepakatan penyerahan Kepulauan Chagos.

Menanggapi kritik Trump, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan perjanjian itu krusial.

“Krusial bagi keamanan Inggris dan sekutu utama kami, serta untuk menjaga keselamatan rakyat Inggris. Kesepakatan yang kami capai adalah satu-satunya cara menjamin masa depan jangka panjang pangkalan militer vital ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sebelumnya menegaskan kesepakatan itu diperlukan guna memastikan keberlanjutan operasi pangkalan militer bersama Inggris-AS di Diego Garcia.

Pulau terbesar di Kepulauan Chagos itu memang digunakan sebagai basis militer gabungan kedua negara dan, berdasarkan perjanjian yang diumumkan Mei lalu, akan disewa kembali oleh Inggris selama 99 tahun.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut sistem sewa jangka panjang sebagai kesalahan besar dan menilai Diego Garcia memiliki posisi strategis di Samudra Hindia. Ia juga mengaitkan pentingnya pulau tersebut dengan ketegangan terhadap Iran.

“Jika Iran memutuskan tidak membuat kesepakatan, mungkin perlu bagi Amerika Serikat menggunakan Diego Garcia untuk melenyapkan potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya,” tulis Trump.

Gedung Putih menegaskan unggahan Trump mencerminkan kebijakan pemerintahannya. Namun, Departemen Luar Negeri AS tetap menyatakan dukungan terhadap keputusan Inggris untuk melanjutkan perjanjian dengan Mauritius terkait Kepulauan Chagos.

Sikap Trump yang berubah-ubah menuai kritik dari sejumlah politisi Inggris. Menteri Luar Negeri bayangan dari Partai Konservatif, Priti Patel, menyebut situasi itu sebagai penghinaan besar bagi Starmer dan mendesak pembatalan kesepakatan.

Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Liberal, Ed Davey, menilai perubahan sikap Trump menunjukkan Inggris perlu memperkuat hubungan dengan sekutu Eropa. Dukungan terhadap kritik Trump juga datang dari Nigel Farage yang menilai penyerahan Chagos berisiko menjauhkan Inggris dari sekutu utamanya.

Kepulauan Chagos, yang merupakan wilayah seberang laut Inggris di Samudra Hindia, telah berada di bawah kendali London sejak 1814. Mauritius selama bertahun-tahun menilai pemisahan wilayah itu saat proses kemerdekaannya tidak sah.

Pada akhir 1960-an, Inggris mengizinkan AS membangun pangkalan militer di Diego Garcia dengan memindahkan ribuan penduduk setempat secara paksa ke Mauritius, Seychelles, dan Inggris.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan