close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden AS Donald Trump saat berfoto di depan prajurit militer AS di Fort Bragg, North Carolina, AS, Juni 2025. Foto Instagram @realdonaldtrump.
icon caption
Presiden AS Donald Trump saat berfoto di depan prajurit militer AS di Fort Bragg, North Carolina, AS, Juni 2025. Foto Instagram @realdonaldtrump.
Bisnis
Kamis, 22 Januari 2026 21:45

Usai kesepakatan NATO, Trump urungkan tarif ke Eropa

Ancaman tarif Trump ke Eropa dicabut usai tercapai kerangka kerja NATO soal Arktik, meski isu Greenland tetap memicu polemik.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan ancaman pengenaan tarif impor terhadap sejumlah negara Eropa setelah tercapai kesepakatan awal dengan NATO terkait kerangka kerja keamanan kawasan Arktik, termasuk isu Greenland.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Rabu (waktu setempat), tak lama setelah ia berpidato dalam World Economic Forum di Davos, Swiss. Trump menyebut telah mencapai sebuah “kerangka kesepakatan masa depan” dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengenai Arktik.

Menurut laporan The Economic Times, pembatalan ancaman tarif ini merupakan bagian dari upaya Trump untuk mendorong negosiasi strategis terkait Greenland dan keamanan kawasan Arktik.

Dalam pidatonya di Davos, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Namun, ia tetap secara terbuka menyatakan ketertarikannya terhadap wilayah tersebut.

“Saya ingin Greenland, termasuk hak, kepemilikan, dan penguasaannya. Tapi saya tidak akan menggunakan kekuatan. Saya tidak harus, dan saya tidak mau,” ujar Trump.

Trump menilai Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi pertahanan global, meskipun ia menyebut wilayah tersebut “dingin dan lokasinya buruk”. Ia juga mengaitkan klaimnya dengan peran Amerika Serikat dalam melindungi Eropa selama Perang Dunia II.

“Itu permintaan yang sangat kecil dibandingkan apa yang telah kami berikan kepada mereka selama puluhan tahun,” katanya.

Trump juga menyampaikan peringatan kepada negara-negara Eropa agar mempertimbangkan permintaannya demi kepentingan keamanan global.

“Mereka bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargainya. Atau mereka bisa mengatakan tidak, dan kami akan mengingatnya,” ucap Trump.

Sikap Denmark dan Greenland

Pemerintah Denmark kembali menegaskan bahwa Greenland tidak untuk diperjualbelikan. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan kedaulatan Denmark atas Greenland tidak dapat diganggu gugat.

Rasmussen menegaskan Greenland merupakan bagian dari wilayah NATO, dan Denmark sebagai negara anggota memiliki hak penuh menjalankan kedaulatan atas kawasan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Greenland dilaporkan mengeluarkan panduan kesiapsiagaan krisis yang meminta warga menyiapkan persediaan makanan, air, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya untuk setidaknya lima hari. Di ibu kota Nuuk, sejumlah warga disebut mulai menimbun kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Ancaman tarif dan respons Eropa

Sebelumnya, Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor terhadap Denmark dan tujuh negara sekutu lainnya jika mereka menolak bernegosiasi terkait Greenland. Tarif tersebut direncanakan dimulai sebesar 10% pada bulan depan dan meningkat hingga 25% pada Juni.

Ancaman ini memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan Inggris tidak akan mengorbankan prinsip dan nilai terkait masa depan Greenland di bawah tekanan tarif.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa Uni Eropa akan merespons secara bersatu, tegas, dan proporsional apabila tarif tersebut benar-benar diberlakukan.

Para ekonom menilai ancaman tarif Trump berpotensi mengganggu perekonomian Amerika Serikat dan merusak hubungan dagang transatlantik. Meski demikian, pasar saham AS dilaporkan kembali stabil setelah sempat bergejolak.

Sorotan di Davos

Dalam pidatonya di Davos, Trump juga membandingkan kondisi ekonomi Eropa yang menurutnya melemah dengan ekonomi Amerika Serikat yang ia klaim tengah menguat.

“Kami ingin sekutu yang kuat, bukan yang sangat melemah,” ujarnya.

Namun, pernyataan Trump terkait Greenland justru mendominasi pemberitaan internasional, meskipun agenda awal pidatonya berfokus pada kebijakan perumahan di Amerika Serikat.

Sebagian warga Greenland menyatakan keberatan atas pernyataan tersebut. Seperti dikutip Associated Press, seorang warga Nuuk, Johnny Hedemann, mengatakan pernyataan Trump bersifat merendahkan.

“Sangat menghina ketika Trump berbicara tentang rakyat dan bangsa Greenland hanya sebagai bongkahan es. Dengan orang seperti ini, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok,” ujarnya.

Meski diwarnai polemik, Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menginvasi Greenland, sembari membuka peluang perundingan lanjutan dengan Denmark.

img
Ali
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan