close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto Unsplash.
icon caption
Ilustrasi kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto Unsplash.
Peristiwa
Jumat, 30 Januari 2026 15:40

Perang dagang memanas, Trump ancam tarif 50% pesawat Kanada

Trump ancam tarif 50% semua pesawat buatan Kanada di AS dan cabut sertifikasi, perang dagang AS dengan Kanada makin memanas.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 50% terhadap seluruh pesawat buatan Kanada yang dijual di Amerika Serikat. Langkah ini menandai meningkatnya ketegangan dalam perang dagang antara AS dan Kanada, seiring memburuknya hubungan Trump dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Dikutip dari AP News, Jumat (30/1), ancaman tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Kamis waktu setempat. Trump menyebut kebijakan itu sebagai langkah balasan atas keputusan Kanada yang menolak sertifikasi pesawat buatan perusahaan AS, Gulfstream Aerospace, yang berbasis di Savannah, Georgia.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan mencabut sertifikasi seluruh pesawat buatan Kanada, termasuk pesawat produksi Bombardier, produsen pesawat terbesar Kanada.

“Jika, dengan alasan apa pun, situasi ini tidak segera diperbaiki, saya akan mengenakan tarif sebesar 50% kepada Kanada atas setiap dan seluruh pesawat yang dijual ke Amerika Serikat,” tulis Trump.

Trump juga menyatakan dirinya akan mencabut sertifikasi pesawat bisnis Bombardier Global Express. Menurut perusahaan analitik penerbangan Cirium, terdapat sekitar 150 unit Global Express yang terdaftar dan beroperasi di Amerika Serikat, digunakan oleh 115 operator.

Ancaman terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap barang impor dari Kanada jika negara tersebut melanjutkan rencana kesepakatan dagang dengan China. Namun, Trump tidak menjelaskan kapan tarif pesawat akan diberlakukan, terlebih Kanada disebut telah lebih dulu mencapai kesepakatan dagang tersebut.

Menanggapi pernyataan Trump, Bombardier menyatakan tengah berkomunikasi dengan pemerintah Kanada. Perusahaan yang berbasis di Montreal itu menegaskan bahwa seluruh pesawatnya telah memenuhi standar sertifikasi Federal Aviation Administration (FAA) dan bahwa mereka terus memperluas operasinya di AS.

“Ribuan jet pribadi dan sipil buatan Kanada terbang di Amerika Serikat setiap hari. Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan untuk menghindari dampak signifikan terhadap lalu lintas udara dan masyarakat pengguna penerbangan,” ujar Bombardier dalam pernyataannya.

Ketegangan juga meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Mark Carney agar tidak memperkeruh hubungan dagang menjelang peninjauan Perjanjian AS Meksiko Kanada. Namun, Carney menolak tudingan tersebut dan menegaskan bahwa Kanada berencana mengurangi ketergantungan dagang terhadap AS melalui sejumlah perjanjian baru.

Dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos pekan lalu, Carney mengkritik praktik tekanan ekonomi oleh negara besar terhadap negara yang lebih kecil, tanpa menyebut nama Trump secara langsung. Pernyataan itu mendapat perhatian luas dan dinilai memperuncing ketegangan antara kedua negara.

Selain Bombardier, Kanada juga menjadi basis produksi bagi sejumlah produsen pesawat besar lainnya, termasuk De Havilland Aircraft of Canada dan Airbus. Airbus memproduksi pesawat komersial A220 serta helikopter di Kanada.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan