Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Kuba berada di ambang kegagalan setelah kehilangan pasokan minyak dan bantuan keuangan dari Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (27/1) di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Amerika Serikat dengan Kuba.
“Kuba akan segera runtuh. Kuba benar-benar negara yang sangat dekat dengan kegagalan,” kata Trump, dilansir dari Reuters pada Rabu (28/1).
Trump menilai ketergantungan Kuba terhadap Venezuela menjadi faktor utama kondisi tersebut. Ia menegaskan aliran minyak dan dana dari Venezuela ke Kuba kini sudah terhenti.
“Mereka mendapatkan uang dari Venezuela. Mereka mendapatkan minyak dari Venezuela. Sekarang mereka tidak mendapatkan itu lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Kuba, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah penggerebekan di awal bulan ini. Operasi itu disebut dilakukan atas perintah langsung Trump.
Trump juga menegaskan komitmennya untuk menghentikan aliran minyak dan dana dari Venezuela ke Kuba, serta mengisyaratkan kemungkinan langkah lanjutan terhadap pemerintahan Kuba.
Selain itu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil kendali atas Venezuela. Ia menyebut pemerintahan sementara kini dijalankan oleh mantan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) menyatakan operasi militer Amerika Serikat yang menangkap Maduro merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Sejumlah pakar HAM menilai fokus Trump terhadap eksploitasi minyak Venezuela mencerminkan pendekatan imperialistik dan menimbulkan keraguan atas klaim Amerika Serikat tentang penangkapan Maduro dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum untuk memberantas perdagangan narkoba.
Sementara itu, Presiden Kuba pada Januari lalu menegaskan Trump tidak memiliki otoritas moral untuk memaksa Kuba membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, merespons pernyataan Trump yang menyarankan Kuba menjalin perjanjian dengan Amerika Serikat