Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung meski sempat diwarnai eskalasi konflik antara Iran dan Israel dalam beberapa hari terakhir. Trump bahkan optimistis kesepakatan untuk mengakhiri konflik dapat tercapai dalam waktu dekat.
Melansir dari Anadolu Ajansi, Rabu (10/6), pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Iran dan Israel dilaporkan sepakat menghentikan serangan satu sama lain. Kesepakatan itu dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga gencatan senjata yang sebelumnya berada dalam kondisi rapuh akibat meningkatnya ketegangan di kawasan.
Menurut Trump, proses perundingan dengan Iran tidak terhenti meski kedua negara sempat terlibat aksi saling serang. Ia menilai pembicaraan berjalan positif dan peluang tercapainya kesepakatan semakin besar.
"Satu atau dua hari lagi, tetapi saya pikir semuanya berjalan dengan baik," kata Trump kepada wartawan saat bersiap kembali ke Gedung Putih usai menghadiri pertandingan final NBA di New York, Selasa (9/6)
Trump mengatakan Iran dan Israel pada akhirnya sepakat menghentikan serangan setelah upaya mediasi yang dilakukan Amerika Serikat.
"Mereka saling menyerang, lalu sekarang keduanya sepakat melalui saya untuk berhenti, dan kita berada pada tahap akhir menuju kesepakatan yang sangat baik, yang tidak akan mengizinkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun," ujar Trump.
Ia juga mengungkapkan telah melakukan percakapan yang disebutnya berjalan sangat baik dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurut Trump, Israel melakukan serangan balasan setelah lebih dulu menjadi sasaran serangan Iran.
"Dia (Netanyahu) diserang dan dia membalas. Saya tidak bisa menyalahkannya karena itu," kata Trump.
"Tetapi sekarang mereka memutuskan untuk menghentikannya. Mereka akan saling membiarkan setidaknya selama sekitar satu minggu," lanjutnya.
Selain itu, Trump juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa kesepakatan damai yang sedang dirundingkan akan segera tercapai. Ia bahkan menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah kesepakatan resmi ditandatangani.
"Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan. Itu bisa terjadi dalam dua atau tiga hari," ujarnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama perdagangan minyak dunia. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik ketegangan utama sejak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.