close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto IST.
icon caption
Foto IST.
Peristiwa
Jumat, 05 Juni 2026 16:34

Xi Jinping kunjungi Korea Utara, setelah bertemu Putin dan Trump

Xi Jinping akan mengunjungi Korea Utara pada 8-9 Juni untuk memperkuat hubungan Beijing-Pyongyang di tengah kedekatan Korut dengan Rusia.
swipe

Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang pada 8-9 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Xi ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir.

Dilansir dari Aljazeera, Jumat (5/6), pengumuman kunjungan disampaikan media pemerintah China CCTV. Lawatan Xi dinilai memiliki arti strategis karena dilakukan saat Korea Utara semakin mempererat hubungan politik dan militernya dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Kunjungan ini juga berlangsung setelah Xi menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah diplomatik tersebut menunjukkan upaya China memperkuat pengaruhnya di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Data Komite Nasional untuk Korea Utara yang berbasis di AS menunjukkan bahwa hingga 95% perdagangan Korea Utara bergantung pada China, sementara sekitar 85% ekspor negara tersebut ditujukan ke pasar China. Ketergantungan ekonomi ini membuat hubungan kedua negara tetap memiliki nilai strategis yang tinggi.

Sebelum kunjungan kali ini, Xi terakhir kali bertemu Kim Jong Un pada September tahun lalu dalam peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang digelar di China. Dalam acara tersebut, Kim dan Putin hadir sebagai tamu kehormatan dalam parade militer yang diselenggarakan pemerintah China.

Upaya mempererat hubungan kedua negara juga terlihat dari kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Korea Utara pada April lalu. Saat itu, Wang menyerukan peningkatan koordinasi antara kedua negara dalam menghadapi berbagai isu regional dan internasional serta menjaga komunikasi yang erat.

Di sisi lain, program nuklir Korea Utara masih menjadi perhatian penting bagi China. Media pemerintah Korea Utara KCNA pada Kamis (4/6) melaporkan bahwa Kim Jong Un menyerukan perluasan persenjataan nuklir negaranya secara eksponensial guna memperkuat kemampuan pertahanan nasional.

Pengamat dari Korea Institute for National Unification (KINU), Hong Min, menilai China terus mencermati perkembangan program nuklir Korea Utara yang dinilai berkembang sangat cepat. Menurutnya, China memiliki kepentingan untuk memastikan ketegangan di Semenanjung Korea tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

"Jika Korea Utara bertindak terlalu provokatif, hal itu dapat memicu konflik regional yang bertentangan dengan kepentingan China," ujar Hong.

Selama ini Korea Selatan juga berharap China dapat memainkan peran konstruktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong Korea Utara untuk berkontribusi terhadap perdamaian di Semenanjung Korea.

Kunjungan Xi ke Pyongyang diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan