sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Apa 'sih' bedanya Partai Gelora dan PKS?

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) didirikan oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sebelumnya mendirikan ormas Garbi.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Rabu, 04 Des 2019 23:31 WIB
Apa 'sih' bedanya Partai Gelora dan PKS?

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bakal mendaftar secara resmi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) pada 10 Desember mendatang. Selanjutnya, Partai Gelora mendeklarasikan diri sekitar Februari- Maret 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Jawa Timur Muhamad Siraj mengatakan, dalam kepengurusan dan anggota Partai Gelora Indonesia mayoritas diisi dari kalangan masyarakat dan tokoh. Sementara 30% kepengurusan merupakan bekas kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mulai tingkat DPW sampai Dewan Pimpinan Daerah (DPD). 

"Kami banyak berkolaborasi dengan masyarakat karena Partai Gelora merupakan partai terbuka, sehingga banyak dari tokoh masyarakat dan masyarakat," ujar Siraj saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jatim, Rabu (4/12).

Siraj menjelaskan, Partai Gelora sangat berbeda dengan PKS. Partai yang didirikan mantan kader PKS itu menerapkan sistem inklusif alias terbuka. Sementara PKS merupakan partai ekslusif yang artinya lebih tertutup.

Untuk menjadi pengurus Partai Gelora, kata dia, tidak ada batasan minimal atau periode dalam perkaderan. Pengurus harus melewati perkaderan bidang manajerial, mental, dan leadership.

"Kalau PKS hanya orang tertentu untuk jadi pengurus. Kader yang mencapai grade tertentu yang bisa menjadi pengurus. Kayak saya, untuk menjadi kader butuh waktu 15-20 tahun," tuturnya.

Mantan anggota Komisi E DPRD Jatim itu menjelaskan Gelora Indonesia merupakan partai islam nasionalis. Sedangkan PKS adalah partai islam. Maka tak heran banyak pengurus di PKS dipanggil ustaz. "Kalau saya jangan dipanggil ustaz, panggil cak saja," katanya sambil tertawa.

Siraj yang juga mantan kader PKS Jatim mengungkapkan bahwa di partai baru yang dipimpinnya banyaknya tokoh yang menjadi pengurus, baik daerah maupun pusat. Namun, dia enggan menyebut satu per satu nama tokoh yang bergabung. 

Sponsored

"Kalau pusat tokohnya salah satunya Dedi Mizwar, "tuturnya.

Menjelang pendaftaran ke Kemenkumham, DPW Partai Gelora Indonesia Jatim hari ini mendatangi kantor Bakesbangpol Jatim untuk meminta Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai parpol di provinsi. Kehadiran di Bakesbangpol dipimpin langsung Sekretaris DPW Misbakhul Munir. 

DPD di Jatim telah terbentuk 38 kabupaten/kota dan harus melengkapi persyaratan sebelum 6 Desember 2019. 

"Jadi semua persyaratan untuk wilayah kecamatan harus selesai maksimal 6 Desember," ujarnya.

Persyaratan di kabupaten/kota yang sudah mencapai 100% yakni Jember, Bojonegoro, Kota Mojokerto, Kota Malang, dan Lumajang. Sementara kabupaten/kota lainnya rata-rata persyaratannya masih mencapai 70%. 

"Untuk persyaratan kecamatan harus 50%. Tapi rata-rata sudah selesai 70%," pungkasnya.

Sebelum menjadi partai politik, para pendiri Partai Gelora telah mendirikan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Kemudian, eks Presiden PKS Anis Matta dan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, mendeklarasikan Partai Gelora.

Partai Gelora. / Alinea.id