logo alinea.id logo alinea.id

Arti di balik pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT lalu makan sate

Jokowi dan Prabowo bertemu untuk pertama kalinya setelah Pemilu 2019 rampung di MRT kemudian makan sate.

Sukirno Kudus Purnomo Wahidin
Sukirno | Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 13 Jul 2019 22:23 WIB
Arti di balik pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT lalu makan sate

Jokowi dan Prabowo bertemu untuk pertama kalinya setelah Pemilu 2019 rampung di MRT kemudian makan sate.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dan berbincang untuk pertama kalinya setelah Pemilihan Presiden 2019 usai di sembari naik Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta dan diakhiri dengan makan sate pada Sabtu (13/7).

Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi Monica Kumalasari mengatakan Jokowi yang menyukai hal-hal simbolik dinilai sengaja memilih MRT untuk menggambarkan sebuah persatuan. Sebab, MRT terdiri dari beberapa gerbong yang disatukan untuk menuju arah yang sama.

"Kenapa MRT, bukan istana atau hambalang? Itu sekalian buat nunjukkin kalau 'Ini lho, kalau gue kerja'. Simbolik selanjutnya adalah MRT berjalan di atas dua rel, seimbang jalannya, dan jalannya selalu ke depan bukan ke belakang," kata Monica.

Dia melanjutkan, "Kereta itu terdiri dari gerbong-gerbong yang disatukan oleh lokomotif menuju ke satu tujuan. Itu adalah pertanda yang bisa dicermati bahwa inilah gaya bahasa non-verbalnya pak Jokowi."

Sementara, sate yang dipilih oleh Jokowi untuk acara makan bersama, menurut Monica, juga merupakan sebuah simbol yang maknanya serupa dengan kereta MRT.

"Sate terdiri dari potongan-potongan daging atau ayam yang kemudian disatukan, ditusuk, dimakan jadi nikmat. Itu juga perlambangnya sama dengan gerbong kereta tadi," ujar Monica.

"Dan di sini, kalau kita lihat juga, itu adalah tradisinya Indonesia kalau yang terkenal adalah sate. Kalau kedua tokoh itu adalah tokoh internasional sehingga sate lah, sate khas Senayan juga yang dipilih," tuturnya.

Sponsored

Pertemuan santai antara Jokowi dan Prabowo itu juga dianggap sebagai simbol perdamaian dengan cara yang sederhana dan sangat menunjukkan ke-Indonesian kedua tokoh politik itu.

"(Pertemuan) itu karena berusaha memberikan kesan bahwa kedua tokoh sekaliber internasional itu sudah berdamai, sudah berekonsiliasi sehingga yang diharapkan secara ekonomi akan membaik, harga saham akan meningkat, dan sebagainya," ujar Monica. 

 

Tanggapan Erick dan Sandi

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menyatakan pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT merupakan simbol dari pembangunan Indonesia.

“Pertemuan kedua tokoh itu sangat spesial. Kalau orang-orang di gedung mewah, di tempat yang tidak terjangkau oleh rakyat, tetapi mereka ketemu di kereta MRT,” kata kata Erick usai menghadiri kegiatan Young Penting Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi kelompok milenial pendukung Jokowi dan Prabowo di Jakarta, Sabtu (13/7).

Erick menjelaskan hari ini merupakan hari yang spesial dan penting bagi Indonesia. Dimana kata dia, dua calon pemimpin bertemu di pagi hari, sementara dia sebagai Ketua TKN ketemu sahabatnya Cawapres Sandiaga di hari yang sama.

“Saya kira jalan Allah untuk kebaikan Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan mantan Cawapres RI Sandiaga Uno yang mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto di jaringan MRT Jakarta, menunjukkan sebuah silaturahmi yang dipenuhi keberkahan.

"Silaturahmi selalu dimaknai dengan penuh keberkahan," kata Sandiaga yang juga hadir bersama Erick Thohir di kegiatan Young Penting Indonesia.

Dia mengatakan seluruh komponen Bangsa Indonesia harus melihat bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah. Namun seluruh pihak tetap harus bersama membangun Indonesia lebih baik lagi.

Sebelumnya calon presiden terpilih Joko Widodo naik MRT dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dari stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7).

Keduanya bertemu dan berjabatan tangan pada sekitar pukul 10.00 WIB.

Prabowo Subianto sudah tiba di stasiun MRT Lebak Bulus pada pukul 09.50 WIB disusul Presiden Joko Widodo pada sekitar pukul 10.00 WIB

Keduanya berpelukan dan melambaikan tangan dan selanjutnya naik ke peron stasiun kereta. (Ant)