sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dokumen Pentagon ungkap rencana China bangun pangkalan militer di Indonesia

Pembangunan pangkalan militer China bertentangan dengan prinsip politik bebas aktif.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Kamis, 03 Sep 2020 13:36 WIB
Dokumen Pentagon ungkap rencana China bangun pangkalan militer di Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Melalui laporan berjudul “Perkembangan Militer dan Keamanan Republik Rakyat China 2020”, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyabut bahwa militer China (PLA) berusaha membangun jaringan logistik yang mencakup sebagian besar wilayah Samudra Hindia.

Sejumlah negara yang diincar China dalam laporan tersebut adalah Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, dan negara-negara lain di Afrika dan Asia Tengah sebagai lokasi fasilitas logistik militer.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-Perjuangan TB Hasanuddin menyampaikan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi, namun dalam konteks Indonesia berlawanan dengan prinsip utama politik luar negeri bebas aktif.

"Pendirian pangkalan militer negara asing dengan negara lain hanya mungkin dilakukan dengan kerja sama aliansi pertahanan penuh. Meskipun demikian, sistem aliansi pertahanan tersebut tidak dimungkinkan dalam konteks politik luar negeri bebas aktif," ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Kamis (3/9).

Dia menyebut bahwa pemberitaan tersebut berdasarkan Dokumen Laporan Tahunan Pentagon tertanggal 2 September 2020.

"Pemberitaan tersebut sebagian besar didasarkan pada Dokumen Laporan Tahunan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kepada Kongres pada 2 September 2020," bebernya.

Pada halaman 198-199 dokumen tersebut, kata dia, tercantum analisa Pentagon bahwa PLA mempertimbangkan untuk membangun fasilitas dukungan logistik di beberapa negara seperti di Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia Pakistan, Sri Lanka, United Arab Emirates, Kenya, Sisilia, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.

Selain itu, jelas dia, kemungkinan dokumen tersebut merujuk pada pangkalan logistik militer PLA di Djibouti yang diklaim China untuk mendukung misi perdamaian PBB di Afrika.

Sponsored

"Kemungkinan ini merujuk pada adanya pangkalan logistik PLA di Djibouti yang diresmikan pada tahun 2017 dan dioperasikan angkatan laut PLA," pungkasnya melansir dpr.go.id.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB