sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Di balik pertemuan Jokowi, Megawati, dan Prabowo

Pertemuan tersebut bagian dari safari politik yang cukup terbuka dengan harapan adanya dukungan dari Jokowi dan Megawati kepada Prabowo.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Minggu, 08 Mei 2022 14:08 WIB
Di balik pertemuan Jokowi, Megawati, dan Prabowo

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merupakan sebuah silahturahmi spesial bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam rangka pencapresan 2024.

"Kenapa? karena yang ditemui elite yang spesial juga. Mega tentu spesial bagi Prabowo karena dia yang membukakan pintu bagi Prabowo dan Gerindra untuk jadi bagian dari koalisi," ujar Adi kepada Alinea.id.

Menurut Adi, silahturahmi ketiga elite politik tersebut bukan silahturahmi biasa. Alasannya, Prabowo tidak menemui elite politik lainnya atau ketua umum partai lain. Dalam kaca mata Adi, pertemuan tersebut bagian dari safari politik yang cukup terbuka dengan harapan adanya dukungan dari Jokowi dan Megawati kepada Prabowo.

"Ini bagian dari safari politik spesial yang selama ini cukup terbuka dan mungkin memberikan dukungan pada 2024," ujar dia.

Hal senada dengan safari Prabowo ke Jawa Timur saat menemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah kiai dari Nahdlatul Ulama dinilai Adi sebagai sebuah pertemuan yang spesial. Apalagi, kata Adi, sejak menjadi Menteri Pertahanan di kabinet pemerintahan Jokowi, Prabowo jarang turun ke daerah.

Selain itu, Prabowo juga kalah di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam dua pilpres sebelumnya.

"Dia tidak mau dituding memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan diri," katanya.

Di balik maksud pertemuan tersebut, Adi mengingatkan bahwa yang harus ditekankan ialah adanya kebersamaan yang tulus, bukan kebersamaan palsu. 

Sponsored

"Karena selama ini banyak silaturahmi palsu karena tidak tulus. Mungkin karena rivalitas, mungkin ada masa lalu yang tidak selesai. Sekalipun fisik bertemu, tapi pendukung juga saling bersahutan," jelas Adi.

Sementara, bagi pengamat politik Ujang Komarudin, pertemuan Jokowi, Megawati dan Prabowo hanyalah pertemuan yang menguntungkan di tingkat elite, tapi tidak terlalu berdampak terhadap rakyat.

"Karena rakyat di bawah sudah tak percaya pada mereka. Rakyat di bawah sudah jalan masing-masing, dan tak bergantung pada pertemuan mereka," ujar Ujang.

"Jadi pertemuan mereka itu ya pertemuan untuk kepentingan mereka, bukan untuk kepentingan rakyat. Jadi tak akan berdampak apa-apa bagi rakyat dan tak akan bisa menyelesaikan polarisasi di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Berita Lainnya