Politik / Pilpres 2019

Gerindra: Parpol koalisi setuju Anies Baswedan Cawapres

Partai Gerindra mengklaim partai koalisi telah setuju Anies Baswedan sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Gerindra: Parpol koalisi setuju Anies Baswedan Cawapres Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) di acara Silahturahmi Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/6). / Antara Foto

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengklaim partai koalisi telah setuju Anies Baswedan sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Penasihat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sudirman Said mengklaim tiga partai koalisi setuju mendukung Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Nama Anies Baswedan menguat sebagai Cawapres, semua menyebutnya termasuk PKS," kata Sudirman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/7).

Ketiga partai politik yang dimaksudnya adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Calon Gubernur Jawa Tengah ini mengatakan nama Gubernur DKI Jakarta itu dipertimbangkan sebagai Cawapres yang kuat dan beberapa orang mengusulkan apakah tidak lebih baik menjadi calon presiden.

Menurut dia, dalam komunikasi tiga partai politik tersebut, muncul kombinasi Capres-Cawapres seperti Prabowo-Gatot, Gatot-Anies, Prabowo-Anies, dan Prabowo-Ahmad Heryawan.

"Kalau tidak ada opsi malah stuck karena apabila ada opsi semua muncul dengan argumen dan keputusan baik harus melalui kontestasi ide," ujarnya.

Dia mengatakan Prabowo pernah mengatakan nama Anies potensial mendampingi di Pilpres, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heryawan.

Menurut Sudirman, ketiga parpol tersebut sudah lama menjalin komunikasi dan diyakini ketiganya tetap kompak dan bukan tidak mungkin ada parpol yang gabung.

"Proses negosiasi merupakan hal biasa, tiap-tiap pihak sampaikan yang baik untuk kepentingannya. Kami meyakini akan membawa suasana yang baik dan saya tidak punya kekhawatiran akan ngotot dengan yang diinginkan," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Yandri Susanto. Dia menyebut, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan Capres atau Cawapres alternatif yang diusulkan PAN.

"Dalam Rakernas PAN beberapa waktu lalu memang kami memutuskan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan maju sebagai Capres. Namun, kami sadar diri bahwa suara PAN di parlemen tidak mencapai 20%. Makanya, kami intens komunikasi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto-Zulkifli Hasan," kata Yandri.

Kendati demikian, lanjut dia, di luar kader partainya, PAN mengusulkan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo untuk maju sebagai Capres atau Cawapres pada Pilpres nanti.

"Bisa Anies-Gatot atau Gatot-Anies. Namun, kedua nama tersebut masih dalam pembahasan antara Gerindra dan PAN. Kecenderungan PAN mengusung calon di luar Jokowi," ujarnya.

Yandri menyatakan bahwa PAN tidak mempermasalahkan jika Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden. Masuknya nama Anies Baswedan sebagai Cawapres Prabowo Subianto disambut baik oleh PAN.

Menurut Yandri, jika pada akhirnya Prabowo berpasangan dengan Anies, Partai Amanat Nasional siap memberikan dukungan.

Tak hanya melakukan komunikasi dengan Gerindra, PAN juga menjalin komunikasi dengan Partai Golkar. Bahkan, Golkar dan PAN memiliki peluang untuk berkoalisi.

"PAN-Golkar juga punya peluang membentuk koalisi. Ini lantaran jumlah kursi PAN dan Golkar cukup untuk mengusung pasangan Capres-Cawapres sesuai dengan ambang batas Capres atau presidential threshold sebesar 20% berdasarkan amanat UU Pemilu," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said (Facebook).

PKS kukuh

Sementara itu, PKS tetap berkeinginan cawapres pendamping Prabowo Subianto dari kalangan internalnya. "Cawapres, ya, kita berharap begitu (dari kalangan internal PKS)," kata Politikus PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy.

Dirinya pun meyakini dan percaya kesepakatan bahwa PKS akan mengisi posisi Cawapres Prabowo Subianto, namun belum diketahui siapa orangnya.

Aboe Bakar mengatakan memang masih banyak hal yang perlu dibicarakan terkait posisi Cawapres tersebut. "Itulah yang masih banyak pembicaraan. Karena ini menyangkut banyak hal persiapan pencapresan ini," jelasnya.

Dia mengaku tak jadi mempersoalkan jika nama kader PKS tak masuk dalam skenario pasangan Capres-Cawapres yang dibentuk oleh PAN. Ia menyebut masing-masing partai punya prediksi sendiri.

"Ya enggak apa-apa, silakan saja. Semua partai kan punya ininya (prediksinya) masing-masing, silakan. Nanti kan pasti ketemu pada titik rembuk, titik rembuk itulah yang akan memunculkan musyawarah," katanya.

Anggota Majelis Syuro PKS Jazuli Juwaini mengatakan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum masuk dalam radar partainya untuk calon presiden dan calon wakil presiden.

"Dalam rapat Majelis Syuro PKS nama Anies Baswedan belum masuk radar, artinya kalau ada orang yang mengajukannya, keputusannya tetap harus melalui Majelis Syuro PKS," kata Jazuli di Komplek Parlemen, Jakarta.

Dia mengatakan selama ini belum ada upaya dari Anies untuk melobi para anggota Majelis Syuro PKS dan dirinya juga tidak tahu persis apa yang dilakukan Anis dalam menjalin komunikasi dengan DPP PKS.

Menurut dia, apabila Anies melakukan komunikasi dengan DPP PKS merupakan hal yang wajar namun di Majelis Syuro belum dibahas terkait peluang Anies diusung sebagai Capres ataupun Cawapres.

"Sebelum habis masa pendaftaran, saya yakin nanti akan ada rapat Majelis Syuro dan yakin Gerindra serta PKS tetap solid," ujarnya.

Menurut Jazuli yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI itu, partainya masih akan mengupayakan mengusung sembilan nama sebagai Capres-Cawapres yang telah disodorkan ke Partai Gerindra.

Dia mengatakan ke-sembilan nama itu dimunculkan ke publik dan didorong untuk disosialisasikan untuk memanaskan mesin politik PKS.

"Kenapa banyak? Masing-masing memiliki karakter sehingga saat nanti bicara koalisi kita lihat siapa yang kira-kira potensial dan harus dikerucutkan," katanya.

Sebelumnya, nama Anies muncul untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2019 saat pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta, Kamis (5/7).

"Sebagai kader Gerindra, tadi hasil pertemuan dengan Pak Prabowo dan ya pembicaraan dengan kader Gerindra dan beberapa teman-teman di mitra koalisi," kata Sandiaga.

Menurut dia, nama Anies ini memang mencuri hati dan mencuri perhatian dari semua teman-teman dan di masyarakat juga dapat diterima.

Sumber: Antara


Berita Terkait