sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masa bodo hasil survei, Partai Hanura: Itu hanya kampanye negatif

Kami yakin lolos parliamentary threshold karena di Jawa saja sudah lebih dari 4%

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 26 Nov 2018 02:45 WIB
Masa bodo hasil survei, Partai Hanura: Itu hanya kampanye negatif

Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura memilih sikap masa bodo terkait hasil survei yang menyebut partai besutan Wiranto itu tak lolos ke parlemen dalam Pemilu 2019. Pasalnya, dari hasi survei elektabilitas Partai Hanura tak sampai 4% secara nasional.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Tengah, Bambang Hanura, mengatakan ambang batas atau Parliamentary Threshold sebesar 4% agar bisa lolos ke parlemen merupakan tantangan tersendiri yang cukup sulit. Meski begitu, pihaknya tetap optimis partainya bisa lolos ke parlemen.

“Kami yakin lolos parliamentary threshold karena di Jawa saja sudah lebih dari 4%,” kata Ketua DPD Partai Hanura Jawa Tengah, Bambang Hanura, di Semarang, Jawa Tengah.

Bambang mengaku, dirinya mengabaikan hasil survei yang menyebut elektabilitas suara Partai Hanura anjlok. Berdasarkan kajian internal partai, elektabilitas Partai Hanura di Jawa saja sudah lebih dari 4%.Menurut dia, survei itu hanya sebagai salah satu upaya lawan politik untuk menjatuhkan Partai Hanura menjelang Pemilu 2019.

"Ada yang menghembuskan hasil survei itu dan jelas merugikan kami karena merupakan kampanye negatif," katanya.

Ia berpendapat, batas parlemen yang lebih tinggi harus diimbangi dengan soliditas calon anggota legislatif saat melakukan sosialisasi, Juga sesama caleg Partai Hanura di satu daerah pemilihan diinstruksikan tidak boleh saling menjegal.

Hal itu, kata dia, akan merugikan parpol karena untuk menentukan kursi parpol ditentukan oleh suara murni parpol dan suara yang diperoleh caleg.

"Langkah ini dilakukan karena sistem pembagian suara tidak seperti pemilu sebelumnya. Jika dulu 'by name' atau caleg yang dicoblos paling banyak, maka dia yang dapat kursi, namun di Pemilu 2019 berbeda dan partai harus punya banyak suara lebih dulu," ujarnya.

Sponsored

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, Erwin Hadiyanto, menegaskan, partai politik itu mengabaikan hasil survei karena kekuatan nyata partainya ada di caleg dan kader-kadernya. Sesuai hasil verifikasi KPU, Partai Hanura menjadi partai politik dengan jumlah kader yang mempunyai kartu tanda anggota terbanyak se-Indonesia yakni 825.000.

"825.000 anggota ber-KTA itu merupakan kader inti dan merupakan jumlah yang riil," kata Erwin.

Ia menjelaskan, upaya Partai Hanura untuk memenuhi target lolos ambang batas parlemen dan kursi di DPR dan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, maka ada sejumlah hal yang mesti dilakukan yakni kerja keras caleg, penguatan di struktur partai hingga tingkat anak cabang atau kecamatan.

"Struktur partai hingga anak cabangnya terus kami perkuat, caleg juga harus bekerja keras dan tetap solid," ujar Erwin. (Ant)

Berita Lainnya
×
tekid