sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PKB buka kemungkinan koalisi dengan PKS di Pilpres 2024

PKB dengan PKS memiliki romantisme di masa masa lalu.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 08 Jun 2022 12:55 WIB
PKB buka kemungkinan koalisi dengan PKS di Pilpres 2024

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan kemungkinan berkoalisi dengan PKS bukanlah hal yang mustahil. Menurutnya, pembentukan sebuah koalisi tentu bertujuan untuk menang di Pilpres 2024.

Wacana koalisi PKB dan PKS berkembang setelah sebelumnya dalam Milad ke-20 PKS di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (29/5). PKS memberikan panggung kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) yang oleh PKB sudah dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) 2024. 

"Jadi apapun koalisi itu, arahnya meraih kemenangan capres-cawapres. Apakah misalkan PKB dengan PKS mungkin berkoalisi? Sangat mungkin jika koalisi itu menjanjikan harapan menang dan menjanjikan harapan ke arah yang lebih baik," ujar Jazilul kepada wartawan, Jakarta, Rabu (8/6).

Menurut Jazilul, PKB dengan PKS memiliki romantisme di masa masa lalu ketika bergabung dalam koalisi poros tengah bersama sejumlah parpol seperti PAN, PBB, dan PPP. Kala itu gabungan parpol berbasis Islam tersebut berhasil menjadikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden pada 1999. Saat itu, kata dia, PKS masih bernama Partai Keadilan (PK). 

Selanjutnya, pada Pemilu 2004, PKB kembali berada dalam satu koalisi dengan PKS dan sejumlah parpol lain dan berhasil mendudukkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) sebagai presiden dan wakil presiden. 

"Artinya koalisi PKB dengan PKS ini bukan hal baru, bahkan pernah mendudukkan orang sebagai presiden. Apakah 2024 bisa membangun koalisi dan menjadikan capres koalisi itu menang, sangat mungkin," ucap dia. 

Gus Jazil pun menyampaikan apresiasi kepada PKS yang memberikan panggung kepada Muhaimin dalam Milad PKS untuk menyampaikan gagasannya di forum yang berkelas. 

"Itu tandanya PKS dengan PKB sedang membangun kemesraan, mudah-mudahan publik melihat itu. Dan kemesraan ini sesungguhnya juga terjadi di masa-masa lalu. Kami berharap kemesraan ini terulang lagi dimasa depan," katanya. 

Sponsored

Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, pemilu adalah jalan untuk perubahan, di mana masyarakat menginginkan hal baru. Apabila koalisi PKB dan PKS terwujud, hal itu menurutnya sesuatu yang baru, dengan demikian akan menjadi magnet bagi partai lain untuk ikut. 

"Minimal partai-partai di luar partai-partai gajah. Ini bisa menjadi ‘koalisi semut merah’, kecil tapi berasa," tutur dia.

Dia menekankan, koalisi harus didahului dengan komunikasi dan kesamaan paham. Apalagi pada Pemilu 2024 tidak ada calon petahana dan menjadi momentum baru bagi partai-partai menengah seperti PKB dan PKS untuk menunjukkan taringnya. 

"Apakah mampu mendudukan pasangan yang diharapkan masyarakat yang nantikan akan memberikan jalan baru bagi Indonesia dimana hari ini mengalami kesulitan. Kami yakin, seandainya kami bergabung pasti ada partai-partai lain yang bergabung," katanya.

Dia menambahkan, PKB dengan PKS ada banyak kesamaan. Keduanya merupakan parpol yang lahir di era Reformasi dan sama-sama memiliki basis suara yang kuat di basis suara kelompok Islam. 

"Menurut saya itu menarik. Mungkinkah bisa menang? Sangat mungkin. Dulu pernah menang. Apalagi hari ini saya dengar sendiri di acara Milad, PKS mengusung politik yang rahmatan lil alamin. Itu menurut saya modal. Kalau dalam bahasa agama itu kalimatun sawa, kalimat yang mempertemukan," ucap dia.

Berita Lainnya

, : WIB

Review Huawei Band 7, lebih tipis lebih ringan

Minggu, 14 Agst 2022 15:26 WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid