Politik / RUU Anti Terorisme

Prabowo ingin TNI dilibatkan berantas terorisme

Calon presiden sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai TNI harus dilibatkan dalam pemberantasan terorisme.

Prabowo ingin TNI dilibatkan berantas terorisme Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5). / Antara Foto

Calon presiden sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai TNI harus dilibatkan dalam pemberantasan terorisme.

Menurut Prabowo, upaya pemberantasan terorisme akan diatur dalam revisi Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Dia menilai, semua komponen bangsa harus bersatu memerangi terorisme.

"Gerindra berpendapat TNI harus dilibatkan karena semua komponen bangsa harus bekerja sama. Gerindra pun siap jika diminta, saya sudah perintahkan kader-kader Gerindra mengamankan tempat-tempat ibadah," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, dilansir Antara, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, TNI merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara.

Di negara lain, menurut dia, unsur militer dilibatkan dalam pemberantasan terorisme sehingga sangat penting keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

"Jadi sekarang yang penting TNI diikutsertakan namun jangan langsung dianggap ini bentuk militerisme," ujar mantan Pangkostrad dan Danjen Kopasus itu.

Untuk itu, Prabowo mendukung percepatan pengesahan Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi UU, sehingga dia menunggu langkah pemerintah selanjutnya.

"Saya sudah cek, kami sudah sepakat dan tidak ada masalah. Kami dukung RUU Terorisme, tinggal sikap pemerintah bagaimana," kata pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 tersebut.

Dia mengatakan Gerindra mendukung penuh poin-poin revisi UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme karena semua poin yang diinginkan partainya sudah ditampung. Dalam penjelasannya, Prabowo mengakui memang masih ada poin terkait definisi terorisme yang harus diselesaikan khususnya menunggu sikap pemerintah sehingga target pengesahannya tergantung pemerintah.

"Target pengesahannya tergantung pemerintah. Kemarin itu masih ada soal definisi, itu sedang dibahas di pemerintah," ujarnya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2009 itu mendatangi komplek parlemen pada Rabu (16/5). Prabowo tiba di komplek parlemen disambut oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang juga menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI, serta Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani yang baru menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua MPR RI.

Menurut putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu, dirinya datang ke gedung parlemen untuk berkoordinasi dengan tokoh-tokoh partai Gerindra di parlemen guna menyikapi kejadian aktual yakni aksi peledakan bom dari terduga teroris.


Berita Terkait