Politik / Korupsi

Sanggahan Berkarya soal Soeharto guru korupsi

Partai Berkarya menyangkal kalau Presiden Soeharto adalah guru korupsi seperti tudingan dari politikus PDIP.

Sanggahan Berkarya soal Soeharto guru korupsi
Partai Berkarya menyebut Soeharto adalah pembangun NKRI./Facebook

Tidak terima Presiden Soeharto disebut sebagai guru korupsi, Partai Berkarya menyebut kalau mantan presiden tersebut adalah peletak dasar pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkarya justru menuding korupsi saat ini jauh lebih banyak dibandingkan pada masa orde baru. 

Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menyatakan kalau Presiden RI kedua Soeharto merupakan bapak bangsa. Bahkan peran Soeharto disebut mampu berhasil menjaga NKRI sampai saat ini. 

Pernyataan Badaruddin disampaikan menanggapi pernyataan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi. Badaruddin menekankan korupsi sudah ada sejak jaman Hindia Belanda, sehingga julukan bapak atau guru korupsi tidak pantas dialamatkan kepada Soeharto. 

Badaruddin menyebut kalau Soeharto memiliki jasa membangun bangsa dan tidak pernah mengajarkan korupsi. 

"Beliau tidak pernah mengajarkan korupsi, justru sebaliknya di jaman beliau jarang ada korupsi seperti saat ini," kata Badaruddin.  

Dia mengatakan TAP MPR no. 11 tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas KKN tidak hanya berlaku pada orang per orang tapi seluruh anak bangsa. Jika munculnya lembaga KPK yang lebih spesifik untuk itu menurut Badarrudin TAP MPR tersebut bukan konotasi dari pemberantasan KKN Harto.

Badaruddin pun meminta nama Soeharto selaku bapak ideologis Partai Berkarya tidak digunakan dalam mencari popularitas pribadi maupun yang dikampanyekan. Ia mengajak seluruh pihak untuk berpolitik santun dan sehat. 

Sebelumnya Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Ahmad, Basarah menyebut maraknya korupsi di Tanah Air dimulai sejak era Presiden Soeharto.

Dia menyebut bahwa Soeharto merupakan guru korupsi di Indonesia. Pernyatan itu dilontarkan Basarah menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam lawatannya ke Singapura, yang menyatakan korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.


Berita Terkait

Kolom

Infografis