sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tolak OSO, loyalis Wiranto bakal gelar munas tandingan

Kubu Wiranto menolak hasil Munas Hanura yang kembali menahbiskan Oesman Sapta sebagai ketua umum.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 18 Des 2019 16:44 WIB
Tolak OSO, loyalis Wiranto bakal gelar munas tandingan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Ketua Dewan Kehormatan Partai Hanura Chairuddin mengatakan Musyawarah Nasional (Munas) Hanura yang kembali menahbiskan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum cacat prosedur. Menurut Chairuddin, mekanisme pramunas kubu OSO tidak sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Hanura. 

"Semestinya OSO buat pertanggungjawaban kepada pengurus. Nah, pengurus ini harus melalui musyawarah daerah. Sekarang cek aja, ada enggak (musyawarah daerah)? Tiba-tiba ditunjuk (perwakilan) lalu dianggap memiliki hak suara. Menurut saya, kalau bicara demokrasi rasional itu, (mereka) tidak punya hak suara," kata Chairuddin di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Rabu (18/12). 

OSO kembali terpilih sebagai ketum secara aklamasi pada Munas Hanura di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (17/12) malam. Dalam munas itu, kubu OSO tidak mengundang pendiri Hanura Wiranto dan sejumlah petinggi Hanura lainnya. 

Menurut Chairuddin, munas yang digelar kubu OSO itu tidak mewakili kader Partai Hanura secara menyeluruh. Karena itu, ia menegaskan, kubunya akan menggelar munas luar biasa (munaslub) untuk menandingi munas tersebut. 

Ia optimistis munaslub bakal didukung mayoritas kader Hanura. Apalagi, kubunya juga telah membentuk struktur DPD dan DPC tandingan. Ia meyakini munaslub bakal membuka jalan untuk mengembalikan kejayaan Partai Hanura.

"Memang masih ada yang ikut sama dia. Tapi, itu perkara mereka yang lolos pileg dan takut di-PAW (pergantian alih waktu). Kami memaklumi. Banyak yang berharap. Bahkan, anggota partai yang kabur ke partai lain sudah pernah berjanji kepada kami untuk kembali kalau kami mau menyelamatkan partai ini dari OSO," jelas loyalis Wiranto itu. 

Kendati demikian, Chairuddin belum memastikan kapan munaslub tersebut akan digelar. "Tinggal kita konsolidasi. Jadi, tidak ada bentuk-bentukan lagi. Nanti mereka yang sudah sadar kalau, misal, mau bergabung, silakan. Kalau mau tetap sama Pak OSO, monggo. Tapi, berarti ada dua Partai Hanura. Kemudian kita lihat Partai Hanura sana abal-abal," tutur dia.

Lebih jauh, Chairuddin mengatakan, tak jadi soal jika Hanura harus kembali terpecah. Menurut dia, kader-kader yang berada di kubu OSO bukan kader murni Hanura. 

Sponsored

Chairuddin mengatakan, kubunya pun sudah punya calon yang bakal diangkat jadi pelaksana tugas Ketua Umum Hanura. "Calonnya Pak Daryatmo yang kami percaya. Dia juga bekas tandingan Pak OSO. Dulu juga ia sah menurut munaslub. Tetapi, tidak diakui oleh sana (OSO)," ujar dia. 

Daryatmo merupakan ketua umum hasil munaslub kubu Ambhara. Sempat berkonflik memperebutkan kepengurusan sah Hanura dengan OSO pada 2018, kubu Ambhara bubar setelah Wiranto turun gunung menjadi mediator antara dua kubu. 


 

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya