sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pindad dan Dirgantara Indonesia produksi ventilator

Sudah ada dua BUMN dalam klaster NDHI yang mampu membuat ventilator dan telah lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 25 Apr 2020 14:41 WIB
Pindad dan Dirgantara Indonesia produksi ventilator
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Kementerian Pertahanan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Industri Pertahanan (Indhan) ikut memproduksi alat medis ventilator guna membantu penanganan pasien Covid-19.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19. Kebutuhan alat medis ini sangat tinggi sementara suplainya terbatas.

"Saya selama ini aktif mendorong pabrik milik BUMN yang berada di klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ikut produksi ventilator," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4).

Sudah ada dua BUMN dalam klaster NDHI yang mampu membuat ventilator dan telah lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI. 

"Pindad dan Dirgantara sudah mampu produksi ventilator. Kementerian Pertahanan akan pastikan membeli produk buatan BUMN ini agar kita tak telat bergerak dan menjadi pemenang dalam melawan Covid-19," katanya.

Trenggono menjelaskan, mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi ventilator hal yang realistis berkaca dari Amerika Serikat yang meminta pabrik mobil Ford, GM, dan pabrik turbin GE untuk memproduksi barang yang sama.

Bahkan, Israel Aerospace Industries (IAI) yang dikenal sebagai manufaktur dirgantara dan persenjataan diperintahkan Kementerian Pertahanan Israel ikut berperan serta melawan pendemi corona, di mana divisi produksi rudal di IAI dikonversi untuk memproduksi ventilator portable.

Sementara itu, Dirut Pindad Abraham Mose mengatakan sesuai dengan arahan dari Kementerian pertahanan dan Kementerian BUMN di mana dalam Kondisi Luar Biasa (KLB), peran Indhan seperti Pindad sangat diperlukan dengan memanfaatkan kemampuan sumber dayanya.

Sponsored

Seperti misalnya pemanfaatan mesin-mesin milik Pindad digunakan untuk ikut memproduksi peralatan kesehatan yang sangat diperlukan seperti ventilator, tabung oksigen, Masker ruang operasi, bilik disinfektan dan lainnya.

"Pindad sudah membuat Ventilator Pumping Machine, yang berfungsi sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien-pasien yang mengalami gagal napas," ujar Abraham.

Sedangkan Dirgantara Indonesia memproduksi Ventilator portabel yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia) hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ventilator jenis ini ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas sendiri.

Berita Lainnya