logo alinea.id logo alinea.id

69 tahun berdiri, BTN telah realisasikan kredit sekitar Rp523 triliun

Aset BTN merangkak naik dalam setahun terakhir, menembus lebih dari Rp300 triliun atau naik sekitar 17% dibandingkan pencapaian pada 2017.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 10 Feb 2019 11:32 WIB
69 tahun berdiri, BTN telah realisasikan kredit sekitar Rp523 triliun

Pada peringatan hari lahirnya ke-69 yang jatuh pada 9 Februari, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berhasil mewujudkan ambisinya menjadi Bank terbesar nomor lima di Indonesia berdasarkan aset. 

Aset Bank BTN merangkak naik dalam satu tahun terakhir, menembus lebih dari Rp300 triliun atau naik sekitar 17% dibandingkan pencapaian pada 2017, yang tercatat sebesar Rp261,5 triliun. Peningkatan aset Bank yang fokus pada kredit perumahan tersebut diiringi dengan pertumbuhan kredit yang positif meski dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi gejolak ekonomi global. 

Selama 69 tahun mengabdi untuk negeri, Bank BTN telah merealisasikan kredit sekitar Rp523 triliun yang didominasi oleh kredit pemilikian rumah (KPR). Kredit dan pembiayaan tersebut mengalir kepada lebih dari 4,5 juta keluarga di Indonesia. 

"Peningkatan aset dan kucuran kredit BTN banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah yang diinisiasi oleh pemerintah pada tahun 2015, di mana program memacu Bank BTN untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah," jelas Direktur Utama Bank BTN Maryono usai membuka acara funwalk bersama Deputi Bidang Jasa Perbankan, Konstruksi dan Konsultan Kementrian BUMN, Gatot Trihargo di Senayan, Jakarta, Minggu (10/2).

Maryono juga mengapresiasi pemerintah, regulator dan masyarakat Indonesia dalam mendukung kinerja Bank BTN selama 69 tahun berdiri. Menurutnya, kepercayaan keluarga Indonesia terhadap Bank BTN untuk memberikan layanan perbankan dan kepercayaan pemerintah untuk mengalirkan bantuan subsidi KPR melalui perseroan memotivasi Bank BTN untuk terus berkembang lebih baik. 

Menapaki tahun-tahun ke depan, Maryono optimistis akan lebih baik setelah meletakkan fondasi bisnis dan program kerja yang terarah sesuai hasil rapat kerja BTN tahun 2019 yang dihadiri segenap jajaran manajemen BTN pada Januari lalu. Agar kinerja kredit Bank BTN terus melaju, perseroan memasang sejumlah strategi. 

Pertama, meningkatkan kerja sama dengan instansi atau pihak swasta untuk jasa layanan perbankan, khususnya pembiayaan perumahan. Kedua, mengembangkan digital ecosystem dengan memperkuat fitur-fitur dari digital channel Bank BTN untuk layanan perbankan baik transaksi mau pun kredit demi menghadapi disrupsi ekonomi yang terjadi. 

Ketiga, memperkuat kemitraan dengan Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pembiayaan dan penyediaan perumahan. Terakhir adalah menyelaraskan program dan target perseroan dengan misi pemerintah dalam holding perbankan serta Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan direalisasikan.

Sponsored

"Untuk menjalankan strategi tersebut tentu kami harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan agar dapat memenuhi target-target yang dipasang pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini masih di kisaran 11 juta unit," tutur Maryono.

Tahun 2019 menjadi salah satu tahun penentuan bagi Bank BTN karena sejumlah program yang akan memperkuat peran perbankan sebagai kontributor terbesar di Program Sejuta Rumah berjalan, di antaranya program pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan juga TNI dan juga rencana pemerintah untuk menggulirkan program Tapera, selain keberlanjutan program sejuta rumah oleh pemerintah. 

"Ketiga hal ini akan menentukan dominasi Bank BTN untuk menguasai bisnis KPR baik subsidi maupun non subsidi," kata Maryono. 

Tercatat, Bank BTN telah menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 94% (data per Juni 2018). Sementara, untuk KPR secara nasional BTN menguasai sekitar 37%  (data per Maret 2018).

Bank BTN tetap memegang komitmennya dalam mendorong sektor properti di Indonesia dengan menguatkan peran Housing Finance Center (HFC) untuk meningkatkan jumlah pengembang dan kualitas wirausaha properti di Indonesia.

"HFC akan lebih intensif melakukan program pelatihan dan advisory yang berkelanjutan bagi developer baru melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder (APERSI, HIPMI, PUPERA dan Universitas) serta secara regular menyusun berbagai riset untuk mendukung skema pembiayaan perumahan bagi segmen MBR," papar Maryono.  

Sementara itu, dalam rangkaian acara HUT ke 69 Bank BTN telah digelar sejumlah kegiatan di antaranya Charity Funwalk yang dilakukan hari ini sekaligus sebagai puncak acara HUT BTN. Acara ini diikuti lebih dari 10.000 peserta yang terdiri dari karyawan BTN dan keluarga serta mitra kerja Bank BTN. 

Pada kegiatan funwalk ini BTN mengajak setiap peserta menyumbangkan rupiah setiap kilo meter langkah dan terkumpul dana sebesar Rp200 juta yang akan disumbangkan ke Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri kepada para korban gempa dan tsunami. 

Selain acara funwalk, sebelumnya Bank BTN juga menggelar sepeda bersama yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari pegawai dan mitra kerja, kemudian kompetisi olahraga sepak bola dan bowling antar pegawai BTN dan acara pencarian bakat lewat BTN Idol untuk meningkatkan tali silaturahmi antar seluruh pegawai BTN.

BTN BTN