close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto dokumentasi
icon caption
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto dokumentasi
Bisnis
Minggu, 21 November 2021 13:43

Airlangga: Ekonomi digital sebagai kekuatan baru

Transaksi e-commerce perbankan digital dan uang elektronik diprediksi akan terus meningkat di tahun ini.
swipe

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan, industri berbasis teknologi dan digitalisasi akan menjadi mesin pertumbuhan baru (engine of growth) perekonomian Indonesia.

"Peluang ini harus dimanfaatkan oleh generasi muda dan menjadi inspirasi untuk menggali potensi pengetahuan dan keterampilan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis seperti dikutip, Minggu (21/11).

Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan, bahwa 2030 Indonesia akan memasuki bonus demografi yaitu 64% dari penduduk Indonesia terdiri dari generasi usia produktif. 

Menurutnya, karakteristik anak muda yang kreatif, adaptif, dan inovatif harus terus dikembangkan dalam era industri 4.0 dan ekonomi digital Indonesia yang membutuhkan sembilan juta talenta digital untuk 15 tahun ke depan.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan, tren penurunan kasus Covid-19 pasca lonjakan varian Delta telah meningkatkan mobilitas masyarakat, sehingga pada triwulan ke III-2021 perekonomian Indonesia berada di angka 3,51% (yoy). 

"Perkembangan global telah mendorong ekonomi digital sebagai kekuatan baru. Tentu ini berdampak di sektor ekonomi dan kehidupan sehari-hari serta memberikan optimisme kepada pelaku ekonomi. Di masa pandemi, ekonomi digital di Indonesia mengalami peningkatan. Sekitar 41,9% dari total transaksi ekonomi digital di ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia dan mayoritas disumbang oleh e-commerce," tuturnya.

Dia mengungkapkan, transaksi e-commerce perbankan digital dan uang elektronik diprediksi akan terus meningkat di tahun ini dengan peningkatan terbesar pada transaksi e-commerce sebesar 48,4% (yoy), lalu diikuti dengan peningkatan uang elektronik sebesar 35,7% (yoy), dan perbankan digital sebesar 30,1% (yoy).

Selain itu, berbagai sektor mulai dari transportasi dan pengiriman makanan (ride hailing), media online, travel, dan fintech juga terus mengalami peningkatan. 

Bahkan, sektor edutech dan healtech penggunaannya juga jauh meningkat. Pemerintah, kata dia, terus mendukung pengembangan ekonomi digital seperti dalam White Paper on Digital for Future Economy, dalam bentuk Indonesia Digital Roadmap 2021-2024, Making Indonesia 4.0, Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025, dan Action Plan Inovasi Keuangan Digital 2020-2024. 

Indonesia saat ini, menurutnya, telah memiliki 2306 start-up serta memiliki 1 decacorn yaitu GoTo dan 10 unicorn. Start-up tersebut berhasil menempatkan Indonesia dalam urutan ke-5 negara dengan jumlah start-up terbesar di dunia. "Ekosistem digital Indonesia sangat kondusif dengan berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan," tandas Airlangga.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Davis Efraim Timotius
Reporter
img
Achmad Rizki
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan