sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Airlangga: RCEP akan jadi blok dagang terbesar

Indonesia mengandalkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk meningkatkan ekspor dan menghindari resesi ekonomi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 05 Nov 2019 14:22 WIB
Airlangga: RCEP akan jadi blok dagang terbesar

Pemerintah menyatakan Indonesia tengah menjajaki pembentukan blok dagang baru Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 15 negara untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor di tengah kondisi ekonomi global yang memburuk

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan blok tersebut nantinya akan terdiri atas 10 negara ASEAN dan 5 negara mitra dagang Indonesia di luar ASEAN yaitu China, Jepang, Korea Selatan, India, Selandia Baru, dan Australia. 

"Regional Comprehensive Economic Partnership ini adalah terbesar dibanding seluruh blok perdagangan," ujarnya.

Airlangga menuturkan, ke-15 negara telah menyepakati untuk meluaskan kerja sama perdagangan berbasis pajak dan tinggal menunggu kajian hukum atau legal scrubbing-nya. 

"15 negara sudah setuju dan untuk berbasis tax, tinggal kita legal scrubbing dan mereka (negara-negara peserta) punya waktu untuk berbicara secara internalnya," ucap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga meyakini Indonesia tidak akan terdampak resesi yang dialami oleh Hong Kong dan Singapura. Pasalnya, lanjutnya, volume perdagangan antara Indonesia dengan Hong Kong tidak terlalu besar. Dia beralasan selama ini Hong Kong hanya dijadikan pelabuhan bongkar muatan barang (transhipment) menuju China.

"Dulu dijadikan transhipment ke China, tapi sekarang fungsinya sudah banyak berubah karena sekarang perdagangan dengan China langsung," kata dia.

Selain itu, katanya perekonomian Indonesia masih ditopang oleh domestic market yang cukup bagus. 

Sponsored

Negosiasi dasar

Sebelumnya, para pemimpin dari 15 negara yang berpartisipasi dalam perundingan RCEP telah menyelesaikan negosiasi dasar yang menyangkut semua chapter, khususnya menciptakan kawasan perdagangan bebas terbesar di ASEAN dan negara kawasan di sekitarnya 

“Jadi, mereka sudah selesai text based-nya dan essential market access issue-nya. Tadi disampaikan kan, sebenarnya yang 15 masih punya, cuma yang essential sudah selesai semua,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengenai RCEP Summit di sela-sela KTT ASEAN, di Bangkok, Thailand, Senin (4/11). 

Namun kesepakatan tersebut, menurut Menlu, baru akan ditandatangani pada awal tahun 2020 mendatang. “Jadi setelah ini, legal scrubbing, aiming untuk tanda tangan 2020,” ujarnya. 

Retno mengatakan, India masih memiliki masalah dalam negosiasi RCEP itu. Namun, semua negara peserta RCEP, lanjut Menlu, akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling memuaskan. 

Sebagaimana diketahui, negosiasi RCEP diluncurkan oleh para pemimpin ASEAN dan enam negara lainnya selama KTT ASEAN ke-21 di Phnom Penh pada November 2012. Tujuan peluncuran negosiasi RCEP adalah untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan di antara negara anggota ASEAN dan mitra FTA-nya.

RCEP yang mencakup 10 negara anggota dari ASEAN dan enam mitra, yaitu RRT, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru, akan menjadi area perdagangan bebas terbesar di dunia, yang terdiri dari setengah dari populasi dunia dan akan mencakup hampir 40% dari perdagangan global dan 35% dari PDB. 

Saat menghadiri RCEP Summit itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Mendag Agus Suparmanto.