sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI gelontorkan Rp192 triliun untuk stabilkan rupiah

Bank Indonesia membeli kembali Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 19 Mar 2020 18:28 WIB
BI gelontorkan Rp192 triliun untuk stabilkan rupiah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor senilai hampir Rp192 triliun dan melakukan intervensi di pasar spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Ini yang kami terus lakukan menjaga confident (kepercayaan diri) di pasar serta memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan menjaga kecukupan likuiditas baik rupiah maupun valas,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo ketika memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI melalui konferensi video di Jakarta, Kamis.

Selain menginjeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan dengan membeli SBN itu, Bank Indonesia juga melakukan repo dengan agunan surat berharga negara (SBN) dengan nominal sekitar Rp53 triliun.

Perry melanjutkan, Bank Indonesia juga sudah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar Rp51 triliun dan pihaknya akan menambah Rp23 triliun per 1 April 2020.

“Likuiditas valas kami kendorkan yaitu dengan penurunan GWM valas menjadi empat persen atau US$3,2 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Perry Warjiyo juga memastikan penentuan nilai tukar di pasar baik melalui broker dan antarbank dilakukan dengan convergence.

“Kami pastikan dari pagi sampai sore Bank Indonesia selalu ada di pasar. Itulah langkah yang kami lakukan menjaga confident, mekanisme pasar, dan juga kecukupan likuiditas agar dalam situasi sangat sulit itu terus dijaga,” katanya.

Bank Indonesia juga tidak hanya memiliki instrumen dalam menentukan suku bunga acuan, tetapi juga melakukan intervensi tersebut untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Sponsored

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (19/3)  sore melemah mendekati Rp16.000 per dolar AS

Rupiah ditutup melemah 690 poin atau 4,53%  menjadi Rp15.913 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.223 per dolar AS. (Ant)

Berita Lainnya