sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Booming NFT Ghazali Everyday dan pintu masuk menuju Metaverse

Viralnya Ghazali di awal tahun menjadi pintu masuk Indonesia mengenal lebih dalam Metaverse.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 04 Feb 2022 17:38 WIB
Booming NFT Ghazali Everyday dan pintu masuk menuju Metaverse

Pada Oktober tahun 2021, pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan penggantian nama Facebook menjadi Meta. Tak hanya itu, perusahaan jejaring sosial itu juga mulai memperkenalkan konsep Metaverse ke seluruh dunia.

Namun, tak banyak masyarakat awam yang ‘ngeh’ dengan konsep Metaverse yang ditawarkan Facebook. Baru pada awal Januari 2022, Indonesia dihebohkan oleh kisah Ghazali (22) yang menjual NFT (non fungible token) foto selfie dirinya selama 5 tahun. 

Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini mampu meraup lebih dari Rp1,5 miliar setelah merilis produk NFT-nya di OpenSea. Setelahnya, kesuksesan Ghazali Everyday--begitu ia akrab disapa, banyak ditiru ‘pendatang baru’ yang turut meramaikan OpenSea dengan NFT berkonsep serupa. Bahkan ada pula yang menjual foto tak berharga, gambar telanjang, hingga foto Kartu Tanda Penduduk (KTP).

NFT adalah sebuah token atau aset digital yang kemudian bisa terhubung atau ditautkan ke sistem blockchain. Dengan kata lain, NFT tidak bisa terhubung selain dalam sistem blockchain kecuali web 3.0 yang memang dibangun dengan prinsip desentralisasi blockchain.

Berbeda dengan aset kripto yang bisa dipertukarkan, NFT juga hanya bisa digunakan untuk proses jual beli saja, atau sebagai bukti kepemilikan seseorang terhadap sebuah karya. Karenanya, banyak orang yang ingin mendapatkan peruntungan yang sama seperti Ghazali, belum tentu bisa meraih kesuksesan serupa. Apalagi, bila karya NFT yang dijual hanya ‘sampah’ (scam).

Nah, NFT menjadi salah satu produk digital yang bisa lalu lalang dalam dunia Metaverse. Bahkan, jika seseorang mempunyai karya seni NFT, produk itu bisa dipajang di Metaverse. Tak heran bila NFT membuka mata banyak orang awam terkait dunia baru bernama Metaverse.

Pendiri Ternakuang.com Felicia Putri Tjiasaka mengakui NFT belakangan menjadi sangat hype. Namun, konten kreator yang mengedukasi soal investasi ini meyakini NFT tidak hanya booming sementara tapi akan menjadi masa depan. 

“Apakah institusi atau orang hebat masuk ke sana? Apa smart money ke sana? If yes, apapun itu, it’s the future,” sebutnya dalam akun Instagramnya @feliciaputritjiasaka. 

Sponsored

Ilustrasi trading aset kripto. Pixabay.com.

Namun, Felicia menekankan untuk menjadi kreator yang menghasilkan NFT sebaiknya memikirkan dengan serius kenapa NFT ini layak dibeli. “Jangan cuma mikir iseng ah bikin NFT biar kaya Ghazali. Kreator kaya gini yang bikin NFT scam/ga jelas,” sebutnya.

Peluang cuan

Rahmat (40), menjadi salah satu investor yang mengenal NFT sejak 2018 lalu. Kini, bapak satu ini mengantongi setidaknya 70 NFT. Namun, trader kripto dan saham ini mematahkan anggapan orang awam yang menghubungkan NFT sebagai karya gambar semata.

“NFT itu produk yang enggak ada padanannya, unik, enggak ada yang menyamai, gambar hanya salah satunya,” ujarnya saat berbincang dengan Alinea.id, Rabu (2/2).

Dia menambahkan, NFT bisa dalam bentuk video, tiket, skin game, collectible art, atau bahkan domain (.eth, .sol, .icp), dan lain-lain. Ia mengaku hanya mempunyai NFT berbentuk domain yang ia beli seharga 0,01 ETH (ethereum) tahun 2019 atau kala itu berkisar di bawah Rp100.000.

Menurutnya, untuk memiliki NFT domain ada jangka waktunya yakni 2 tahun. Jika sudah mencapai waktu tersebut, pemilik bisa memutuskan memperpanjang kepemilikan atau melepasnya. Jika melepas di waktu sekarang maka 0,01 ETH berada di kisaran Rp378.000.

Rahmat menyebut harga NFT dalam ethereum juga bisa mengalami kenaikan. Artinya, pemilik NFT bisa mendapatkan keuntungan berlipat. Mengingat harga ethereum itu sendiri sudah melonjak dibanding 3 tahun lalu. Ia sendiri mengaku pernah ditawari 1 ETH (sekitar Rp40,8 juta) untuk salah satu NFT miliknya namun urung ia lepaskan.

“Tapi sebelum terjun dalam investasi NFT, pahami dulu sistem blockchain lalu cryptocurrency karena keduanya bagian dari NFT,” ujarnya.

Selain adanya pembeli seperti Rahmat, pasar NFT di tanah air juga mulai disemarakkan oleh kreator artis-artis dalam negeri. Sebut saja Syahrini dan Anang Hermansyah. Desember 2021 lalu, Syahrini bekerjasama dengan NFT Kings Pro dan PT Anak Gaul Jaksel merilis koleksi NFT yang diberi nama ‘Metaverse’.

Produk avatar Syahrini yang berhijab diklaim menjadi NFT berhijab pertama di dunia. Tak tanggung-tanggung, istri Reino Barack ini merilis 18.000 NFT yang dikelompokkan menjadi berbagai kategori berdasarkan jumlahnya seperti #Huss-Huss-Sanah sebanyak 3.240 NFT, hingga #MajuMundurCantik 1.380 NFT.

Karya NFT Syahrini seharga 20 BUSD (token Binance) atau nyaris US$20 (sekitar Rp287.000) langsung ludes dalam sehari. Adapun Anang Hermansyah mulai menjual NFT berbentuk mainan congklak Maret mendatang

"Kita lima yang sudah siap. Yang akan dikeluarkan pertama kali adalah congklak," kata Anang dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Pemerhati budaya dan komunikasi digital Firman Kurniawan menyebut aset atau kelas investasi dewasa ini memang tak lagi hanya seputar tabungan, saham, reksa dana, namun kini ada cryptocurrency dan NFT.

“Di satu sisi itu peluang untuk menciptakan ekonomi tertentu di hal lain menciptakan ancaman, karena nilai suatu barang tergantung pada pertukaran informasi pihak yang ada di marketplace,” katanya dalam diskusi ‘NFT, peluang cuan atau ancaman’ pada Kamis (20/1).

Ia mengingatkan kecenderungan orang yang menjual NFT berisi data pribadi. Selain karena bisa menjadi celah pencurian data, menyebarkan data pribadi juga bisa terancam pidana. Adapun kasus Ghazali Everyday, kata dia, tak lepas dari cerita sukses yang digembar-gemborkan beberapa pihak.

“Memancing jumlah orang yang masuk ke perdagangan investasi ini, semakin banyak semakin baik, produk yang dibicarakan puluhan orang dengan jutaan orang pasti ratingnya tinggi,” sebut Firman.

Ia memandang pergerakan harga NFT juga dipompa untuk kian melonjak. Utamanya dalam suatu komunitas melalui informasi yang memberi sentimen positif.

“NFT hanya produk citra digital, kita enggak bisa pakai, meraba, sangat bergantung dari sentimen antar orang yang terlibat di dalamnya,” ujarnya menjawab Alinea.id terkait potensi bubble pada NFT.

Ilustrasi Unsplash.com.

Artinya, NFT bisa dipompa harganya hingga membumbung tinggi dan sebaliknya bisa jatuh seketika ketika ada sentimen negatif. Karenanya, Firman mengingatkan jika masyarakat ingin berkecimpung dalam investasi NFT tidak hanya melihat ketika tren harganya upside namun juga ketika menurun.

Ia juga meminta pemerintah melakukan pengawasan dari segi legalitas agar masyarakat tidak jadi korban. Menurutnya, harus ada jaminan bahwa produk tidak bodong dan aman. “Di sistem blockchain sangat kecil terjadi penjiplakan tapi tidak tertutup kemungkinan ada hacking, tidak 100% aman,” ingatnya.

Menuju Metaverse

Lebih lanjut, NFT sebagai pintu masuk menuju Metaverse diakui oleh COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda. Platform pertukaran aset kripto di Indonesia ini siap berkolaborasi dan mendukung penuh Indonesia menuju Metaverse.

“Metaverse memang akan menjadi tren di tahun 2022,” katanya kepada Alinea.id, Kamis (3/2). 

Sebagai platform aset kripto dengan volume trading harian terbanyak di Indonesia versi situs CoinMarketCap, Tokocrypto memiliki marketplace NFT bernama TokoMall yang telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. 

“NFT menjadi tiket menuju dunia Metaverse sesungguhnya. Di mana NFT dan kripto menjadi elemen penting Metaverse,” katanya. 

Akhir tahun lalu, Tokocrypto juga menjalin kemitraan strategis dengan Duckie Land, game dengan konsep play-to-earn. Kolaborasi ini juga mendukung perkembangan industri gaming dengan pemanfaatan sistem blockchain kepada masyarakat luas. 

Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, tambah Teguh, TokoMall telah memiliki lebih dari 80 mitra resmi, 10.000 kolektor, dan lebih dari 8.000 koleksi NFT. TokoMall juga menjalin kolaborasi dengan berbagai partner di antaranya NeverTooLavish, I Love Indonesia, Banyan Core, Si Juki, dan lain-lain.

Platform ini juga terus memberikan konten edukatif dalam bentuk artikel blog, artikel media nasional ataupun lokal, media sosial, komunitas di Telegram ataupun Discord, dan juga aktif melakukan webinar secara berkala dengan para pelaku industri. 

“Pemanfaatan semua channel diperlukan agar pemahaman tentang NFT ini semakin merata di berbagai kalangan masyarakat,” tambahnya. 

Pihaknya juga melakukan inovasi dengan meluncurkan fitur TokoSurprise, di mana setiap kolektor yang mengoleksi NFT melalui fitur ini tidak akan mengetahui koleksi apa yang didapatkan, sampai batas waktu boks dibuka. Rilis fitur ini ditandakan dengan hadirnya kolaborasi “MetaGaruda” seri bersama DAMN! I Love Indonesia. 

Inovasi fitur lainnya yakni “Kreator Unggulan” yang berisikan list kreator dengan nominal transaksi terbanyak di TokoMall, serta “Berita & Informasi” yang berisikan berita terkini terkait NFT dan blockchain di Indonesia maupun dunia. 

Sementara itu, Managing Partner Inventure Yuswohady mengakui momen Ghazali Everyday menjadi pintu masuk bagi masyarakat awam mengetahui soal dunia NFT dan Metaverse. Namun tetap saja, hal ini masih berupa sentimen bahwa cryptocurrency akan masuk dalam ranah mainstream.

“Dalam introduksi produk baru atau teknologi baru, selalu untuk sesuatu menjadi massal atau menjadi mainstream itu biasanya dimulai dengan early adopter, kalau kripto itu orang-orang di dalam komunitas,” jelasnya.

Ilustrasi penggunaan virtual reality (VR) dalam dunia Metaverse. Pixabay.com.

Karenanya, tahun 2022 ini adalah pintu masuknya Metaverse mulai dikenal dan selanjutnya akan menjadi mainstream.

Namun, di China misalnya, perkembangan aset kripto kurang mendapat lampu merah dari pemerintahnya. Melansir dari Bloomberg, perhatian utama pemerintah China adalah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Sementara, aset kripto dipandang spekulatif dan mudah berubah serta berhubungan dengan perjudian, pencucian uang, dugaan penipuan, dan masalah lainnya.

Bahkan, pada tahun 2017, bank sentral menutup bursa yang menjadi tuan rumah perdagangan antara yuan dan Bitcoin dan melarang individu atau bisnis mengumpulkan uang dari token kripto. 

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan tegas melarang lembaga jasa keuangan untuk memfasilitasi kripto. Larangan itu mencakup menggunakan, memasarkan dan atau memfasilitasi perdagangan aset kripto.

OJK juga mengimbau pada masyarakat agar waspada akan dugaan penipuan skema ponzi investasi kripto. Masyarakat juga harus memahami risiko dari aset kripto karena merupakan jenis komoditi dengan fluktuasi nilai yang bisa naik dan turun sewaktu-waktu.

Menanggapi hal ini, Tokocrypto menilai yang dilarang secara langsung adalah Lembaga Jasa Keuangan mengacu pada UU no 21/2011. Perdagangan atau investasi aset kripto sendiri di Indonesia diperbolehkan dan diawasi oleh Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan sejak 2019. 

“Sejauh ini kasus-kasus yang terjadi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi aset kripto. Namun, kita di asosiasi tidak tutup mata dan akan bertindak sesuai dengan ‘porsi’ untuk mencegah hal itu terulang kembali,” ujar Teguh.

Tokocrypto, lanjutnya, selalu menyambut baik diskusi dengan semua stakeholder dan akan terus berkontribusi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang industri aset kripto dengan berbagai perspektif lebih luas. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga terus melakukan upaya edukasi masyarakat tentang manfaat industri aset kripto yang sehat. 
 

Berita Lainnya