sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Capai NDC, pemerintah butuh anggaran Rp 3.700 triliun

Anggaran tersebut dipastikan sanggup bagi pemerintah.

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 16 Feb 2022 12:37 WIB
Capai NDC, pemerintah butuh anggaran Rp 3.700 triliun

Indonesia membutuhkan Rp3.779,63 triliun dalam rangka mitigasi perubahan iklim sebagaimana target nationally determined contribution (NDC). Biaya mitigasi ini akumulasi selama 2020-2030 di mana per tahunnya sekitar Rp 343,6 triliun.

Peneliti Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Joko Tri Haryanto mengatakan, kebutuhan dana yang besar ini tidak semua bisa ditanggung pemerintah.

Menurutnya, kapasitas dari pemerintah sangat terbatas. Berdasarkan hitungan pendanaan tidak lebih dari 34% setiap tahun, sehingga perlu dana nonpemerintah untuk menutup gap ini.

"Pendanaan besar sekali, roadmap NDC Rp 3.700 triliun. Dari Second Biennial Update (BUR) sekitar Rp 3.400 triliun," ujarnya dalam diskusi Investasi Energi Baru dan Terbarukan dalam Pengembangan Biomassa di Indonesia, Rabu (16/2).

Dia menjelaskan, pendanaan dari non emerintah bisa berasal dari sektor privat, masyarakat sipil, hingga mitra kerjasama internasional baik bilateral dan multilateral.

"Ini yang harus didorong, peran pemerintah tidak harus selesaikan semua masalah dari dana pemerintah," katanya.

Joko menjelaskan, Indonesia memiliki target menurunkan emisi gas rumah kaca 29% dengan pendanaan domestik dan 41% jika mendapatkan mitra kerja sama khususnya dari internasional. Dikerangkakan dalam NDC sejak 2015 seiring dengan Paris Agreement.

Kebutuhan energi, kata Djoko, akan meningkat mengiringi kemajuan dari peradaban. Bicara mengenai pertumbuhan ekonomi, kenaikan produk domestik bruto (PDB), dan kenaikan jumlah penduduk, konsumsi semua butuh energi.

Sponsored

"Memang ke depan meski sektor berbasis lahan kehutanan gambut masih kontributor utama, seiring pertumbuhan ekonomi, sektor energi ini kita yakini akan jadi tulang punggung besar selain bicara isu keberlanjutan," tuturnya.

Berita Lainnya
×
tekid