sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gandeng BTN, Tapera siapkan Rp10,4 T bangun rumah murah

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyiapkan dana Rp10,4 triliun untuk menggenjot pembangunan rumah murah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 27 Mei 2019 00:23 WIB
Gandeng BTN, Tapera siapkan Rp10,4 T bangun rumah murah

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyiapkan dana Rp10,4 triliun untuk menggenjot pembangunan rumah murah. Dana tersebut berasal dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) Aparatur Sipil Negara (ASN).

Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar mengatakan dirinya berharap Tapera bisa mulai beroperasi pada 2020. Untuk tahap awal, peserta Tapera akan berasal dari ASN sejumlah 4,3 juta orang yang sebelumnya bergabung menjadi anggota Bapertarum. 

Nantinya, Tapera akan menjangkau kalangan TNI, Polri, pekerja BUMN/BUMD, pekerja mandiri, pekerja swasta, hingga pekerja asing. Rumah murah diperuntukkan bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Potensi peserta Tapera pada 2019 berjumlah 126 juta orang dan hingga 2024 diprediksi ada 139 juta orang,” kata Ariev di Menara BTN, Jakarta, Minggu (26/5).

Ariev berharap dengan adanya Tapera ini dapat memangkas backlog (kekurangan pasokan hunian) yang mencapai 11,5 juta unit. Backlog ini pun menurut Ariev akan terus bertambah 400.000 unit setiap tahunnya.

Agar tujuan tersebut bisa tercapai, Tapera diberi kewenangan melakukan penghimpunan, pemupukan, dan pemanfaatan dana pesertanya.

Sementara itu, peserta Tapera memperoleh manfaat untuk pembelian rumah, perbaikan rumah, atau membangun rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah. KPR tersebut akan disalurkan melalui institusi keuangan yang bekerja sama dengan Tapera.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., sebagai mitra Tapera menyatakan kesiapan mereka untuk akselerasi kepemilikan hunian tersebut. 

Sponsored

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan pihaknya tengah berupaya merampungkan aksi akuisisi perusahaan manajer investasi dan meracik skema pembiayaan perumahan yang baru untuk menjangkau masyarakat memiliki rumah.

“Pembelian saham manajer investasi kami lakukan untuk memaksimalkan pengelolaan dana jangka panjang seperti dana Tapera, sekaligus untuk meningkatkan kinerja bisnis Bank BTN,” ujar Maryono.

Selain menjadi mitra Tapera, Maryono menjelaskan BTN telah melakukan berbagai inovasi di segmen KPR bagi kelompok MBR dengan menciptakan KPR Mikro untuk menyasar MBR informal seperti tukang ojek atau penjual bakso untuk memiliki rumah.

Dengan langkah-langkah tersebut, BTN mencatatkan pertumbuhan pesat di segmen KPR Subisidi. Emiten berkode saham BBTN ini menempati posisi pertama di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%.

Pada April 2019, BTN mencatat pertumbuhan KPR sebesar 22,29% year-on-year (yoy) dari Rp150,9 triliun pada April 2018 menjadi Rp184,53 triliun pada April 2019.

Pertumbuhan KPR BTN tersebut disumbang laju KPR Subsidi yang naik 29,37% yoy dari Rp80,49 triliun pada April 2018 menjadi Rp104,13 triliun di periode yang sama tahun ini. KPR Non-subsidi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,19% yoy dari Rp70,41 triliun pada April 2018 menjadi Rp80,4 triliun April 2019.

Berita Lainnya