sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hitung-hitungan Pertamina soal IPO anak usaha

Sub holding yang tengah dikaji untuk melakukan IPO adalah sub holding pelayaran dan sub holding energi terbarukan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 29 Jun 2020 18:12 WIB
Hitung-hitungan Pertamina soal IPO anak usaha
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

PT Pertamina (Persero) mengkaji dua sub holding mereka untuk melakukan pelepasan saham perdana atau initial public offering (IPO). Wacana IPO ini muncul karena Pertamina saat ini membutuhkan pendanaan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sub holding yang rencananya akan melakukan IPO adalah sub holding pelayaran dan sub holding energi terbarukan.

"Sub holding shipping dan new and renewable energy sedang kami kaji (untuk IPO). Tapi kami belum mengambil keputusan untuk itu," kata Nicke saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (29/6).

Nicke mengatakan pihaknya masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk melakukan IPO. Apabila IPO ini tak bisa mengumpulkan dana yang optimal, maka bisa jadi opsi ini tak akan dilakukan.

Menurutnya, sebelum melepas sub holding melantai di bursa, nilai kapitalisasi pasar dari sub holding tersebut harus ditingkatkan terlebih dahulu dengan cara memperbanyak profit.

"IPO akan kami lakukan dengan matang dan ini semuanya tentu harus dengan keputusan pemegang saham," ujarnya.

Sementara Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman mengatakan, IPO sub holding ini akan dilakukan pada waktu yang tepat.

"Kalau hari ini mau IPO pasti belum optimal, tapi proses tidak akan berhenti. Kalau dilihat di time table, IPO dilakukan satu atau dua tahun lagi. Ada proses persiapan satu sampai tiga tahun, sebelum kami ke OJK," tuturnya.

Sponsored

Untuk diketahui, Pertamina memerlukan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$133 miliar hingga 2026. Kebutuhan ini akan diperoleh dari beberapa rencana pendanaan seperti equity financing sebesar 15%, project financing 10%, external fund 28%, dan internal fund 47%. IPO menjadi salah satu opsi Pertamina untuk memenuhi pendanaan capex tersebut.

Berita Lainnya