sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ignasius Jonan menjadi komisaris Unilever Indonesia

Pengangkatan Ignasius Jonan selaku praktisi manajemen dan keuangan dengan pengalaman yang luas dibutuhkan Unilever Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 24 Jul 2020 17:53 WIB
Ignasius Jonan menjadi komisaris Unilever Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp42,9 triliun, atau meningkat 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan membukukan laba bersih sebesar Rp7,4 triliun sepanjang 2019.

Sementara Rapat Umum Pemilik Saham Tahunan (RUPST) mengesahkan pembagian dividen interim dari laba bersih perseroan sebesar Rp430 per saham sebelum stock split di Januari 2020, atau senilai Rp3,3 triliun. Kemudian menyetujui pembagian dividen final dari laba bersih sejumlah Rp107 per saham setelah stock split atau sejumlah Rp4,1 triliun.

"Sehingga dividen seluruhnya yang akan diterima pemegang saham perseroan yang berhak untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 adalah sejumlah Rp193 per saham atau semuanya berjumlah Rp7,4 triliun yang akan dibagikan kepada semua pemegang saham Perseroan yang berhak," kata Direktur Unilever Indonesia Sancoyo Antariksa dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).

Pengangkatan Ignasius Jonan sebagai Komisaris

Dalam RUPST kali ini perseroan juga mengumumkan pengangkatan direksi dan komisaris perseroan yang baru. Dalam hal ini perseroan mengangkat Badri Narayanan sebagai direktur serta Ignasius Jonan sebagai komisaris.

"Perlu adanya pembaharuan sehingga perseroan bisa tetap bertumbuh dan berpegang pada strategi untuk melakukan operasi bisnis dengan berlandaskan misi sosial yang kuat (purpose-led) serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan di masa depan (future-fit)," ujarnya.

Sancoyo menambahkan, dalam pertumbuhan perseroan selama ini, dewan komisaris memainkan peranan yang sangat penting. Utamanya agar tetap relevan dan mampu terus jadi yang terdepan di tengah situasi penuh tantangan. 

Untuk itu, pengangkatan Ignasius Jonan selaku praktisi manajemen dan keuangan dengan pengalaman yang luas dibutuhkan untuk semakin memahami pasar nasional, serta terus bertumbuh semakin kuat, dan membawa dampak positif bagi ekosistem dan lingkungan sekitar.

Sponsored

"Dengan dukungan talenta-talenta yang mumpuni, perseroan optimis untuk tetap bisa bertahan, memberikan penghidupan pada ribuan karyawan dan jutaan masyarakat dalam mata rantai perseroan di tengah situasi yang penuh tantangan seperti sekarang ini,” ucapnya.

Selain itu, pengangkatan Badri Narayanan yang memiliki pengalaman sangat luas di tingkat global, diharapkan akan memperkuat Unilever untuk terus bisa memenangkan pasar di Indonesia.

Badri Narayanan bergabung dengan Unilever pada 2000. Selama 20 tahun berkarir dengan Unilever, dia pernah bekerja di bagian area sales and customer, merek regional, customer development excellent and operations, serta direktur regional customer development, baik di tingkat lokal, regional dan global. 

Dua posisi terakhirnya adalah sebagai wakil presiden global, B2B eCommerce and route to market berbasis di India. Dia memiliki pengetahuan manajemen umum yang kuat, pengalaman memimpin dalam berbagai posisi penjualan dan pemasaran di berbagai daerah geografis, setidaknya di 20 negara tempat Unilever beroperasi.

Berita Lainnya