logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia dukung reformasi WTO di Pertemuan G20

Dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20, Indonesia secara khusus menyoroti peranan dan fungsi WTO.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 12 Jun 2019 14:54 WIB
Indonesia dukung reformasi WTO di Pertemuan G20

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan reformasi terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dapat mengembalikan fungsi lembaga tersebut terhadap penyelesaian sengketa dagang internasional.

Enggartiasto Lukita mengatakan, dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20, Indonesia secara khusus menyoroti peranan dan fungsi WTO, serta mendukung reformasi terhadap lembaga tersebut.

Menurut Enggar, saat ini, hal utama yang menjadi fokus dan prioritas adalah mekanisme penyelesaian sengketa (Dispute Settlement Mechanism) dan penetapan anggota badan majelis banding (Appellate Body).

"Kami mendukung dilakukannya reformasi. Secara khusus kami sampaikan Appellate Body yang kalau tidak diisi pada Desember ini, WTO akan kehilangan fungsinya untuk Dispute Settlement," kata Enggartiasto di Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Enggar, Indonesia memandang reformasi WTO sebagai hal penting untuk memulihkan sistem perdagangan multilateral dan mengembalikan kredibilitas WTO.

Ia menilai tingginya tensi perang dagang antara AS dengan China saat ini membuat kepercayaan di antara negara-negara G20 atas pelaksanaan sistem multilateral menjadi sangat rendah.

Oleh karena itu, penguatan peran WTO melalui reformasi harus dilakukan agar harapan terhadap keberadaan lembaga ini tidak makin mengecil dan membahayakan kondisi perdagangan global.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan saat ini peran WTO atas negosiasi serta pengawasan sudah tidak berjalan dengan baik.

Sponsored

Peran lainnya yaitu penyelesaian sengketa juga terancam tidak berfungsi karena kosongnya anggota Appellate Body di WTO yang bertugas mengatasi persoalan sengketa.

"Anggota Appelate Body itu harus ditetapkan segera. Kalau tidak ada sampai Desember, maka fungsi sistem penyelesaian sengketa akan berhenti," kata Iman.

Selain reformasi pada tubuh WTO, Enggar memaparkan Forum G20 berupaya untuk menurunkan tensi perang dagang yang berpotensi menganggu kinerja perdagangan global.

"Seharusnya kita turunkan tensi itu karena pada dasarnya kalau itu terus berjalan maka tidak ada satupun negara yang diuntungkan," ungkap Mendag. (Ant)