sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kimia Farma tunda jual vaksin, bagaimana sahamnya?

Kabar penundaan penjualan vaksin diramal dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Jul 2021 17:02 WIB
Kimia Farma tunda jual vaksin, bagaimana sahamnya?

Penjualan vaksin gotong royong individu yang dilakukan perusahaan farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), dinilai berdampak positif bagi saham perseroan. 

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, berita penjualan vaksin tersebut memberikan sentimen positif ke harga saham Kimia Farma.

"Sesuai perkiraan sebelumnya bahwa sentimen vaksin tersebut memberikan sentimen positif ke harga sahamnya. Hari ini kan naik 390 poin ke harga Rp3.540," kata Reza saat dihubungi Alinea.id, Senin (12/7).

Meski berdampak positif, Reza melihat saham Kimia Farma bisa saja dilepas investor, menyusul kabar penundaan penjualan vaksin individu tersebut. Kabar penundaan penjualan vaksin tersebut bisa dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking

"Terkait dengan penundaan tersebut, kita lihat reaksi pasar nanti. Apakah tetap dapat bertahan naik atau bisa saja dimungkinkan, malah dimanfaatkan untuk profit taking," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro menuturkan, Kimia Farma akan menunda pelaksanaan vaksinasi berbayar hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal vaksinasi gotong royong individu yang semula dimulai Senin, 12 Juli 2021, akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," tutur Ganti dalam keterangan resminya. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin gotong royong individu ini akan dimulai saat vaksin milik pemerintah berjumlah masif.

Sponsored

Dilihat dari sisi fundamental, Reza mengatakan perlu dilihat lebih lanjut terkait dampak hasil penjualan vaksin terhadap peningkatan kinerja fundamental perseroan. Adapun dia mengasumsikan, apabila rencana ini jadi dieksekusi, emiten berkode saham KAEF ini berpotensi meraup pendapatan Rp30 triliun.

"Kalau asumsi harga jual vaksin Rp300.000 dikali 100 juta penduduk yang harus divaksin, berarti sekitar Rp30 triliun potensi pendapatan mereka," ucap Reza. 

Untuk saham ini, Reza memasang target harga di Rp4.100 apabila kenaikan saham KAEF masih bertahan.

Berita Lainnya