sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Konflik AS-Iran picu pelemahan dolar dan kenaikan harga emas

Ketegangan tinggi di Timur Tengah picu kenaikan harga komoditas seperti emas.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 04 Jan 2020 08:05 WIB
Konflik AS-Iran picu pelemahan dolar dan kenaikan harga emas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat  melemah pada akhir perdagangan Jumat (3/1) setelah mata uang safe haven seperti yen Jepang melonjak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Amerika Serikat menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Korps Pengawal Revolusi Pasukan Quds Islam Iran, dalam sebuah serangan udara di Baghdad pada Jumat, yang menyebabkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Mata uang safe haven, termasuk yen Jepang dan franc Swiss naik menyusul pemogokan fatal.

Institute for Supply Management AS menyatakan indeks manufaktur turun menjadi 47,2% pada Desember dari 48,1% pada November, menandai pembacaan terendah sejak Juni 2009.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,01% menjadi 96,8395 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke US$1,1167 dari US$1,1168 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi US$1,3078 dari US$1,3135 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi US$0,6958 dari US$0,6983.

Dolar AS dikutip 108,01 yen Jepang, lebih rendah dari 108,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9718 franc Swiss dari 0,9722 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2991 dolar Kanada dari 1,2989 dolar Kanada.

Harga emas

Sponsored

Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Jumat (3/1), di tengah ketegangan tinggi di Timur Tengah setelah pembunuhan seorang komandan tinggi Iran.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$24,30 atau 1,59% menjadi menetap di US$1,552.40 per ounce.

Serangan udara AS di Baghdad yang menewaskan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran telah secara dramatis meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Iran telah bersumpah untuk membalas dendam.

Situasi panas itu secara signifikan mendorong emas sebagai safe-haven, kata analis pasar.

Sementara itu saham-saham di AS diperdagangkan melemah tajam pada hari Jumat (3/1) karena investor khawatir tentang risiko geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 200 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mengikuti kejatuhan Dow. Turunnya saham acuan juga telah mendorong pembelian aset yang aman.

Logam mulia lainnya, perak Maret naik 10,5 sen atau 0,58%, menjadi ditutup pada US$18,151 per ounce. Platinum April naik US$5,30 atau 0,54% menjadi US$990,30 per ounce. (Ant)

Berita Lainnya