sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Konglomerat kaya ini cari dana Rp 13,8 triliun

Pengusaha terkaya ke-11 di Indonesia, Prajogo Pangestu mencari pendanaan senilai US$1 miliar setara dengan Rp 13,8 triliun dari pasar modal

Sukirno
Sukirno Senin, 05 Mar 2018 15:27 WIB
Konglomerat kaya ini cari dana Rp 13,8 triliun

Pengusaha terkaya ke-11 di Indonesia, Prajogo Pangestu mencari pendanaan senilai US$ 1 miliar setara dengan Rp13,8 triliun dari pasar modal melalui penerbitan saham baru perusahaan miliknya.

Henky Susanto, Direktur Independen PT Barito Pacific Tbk mengatakan perseroan berencana melakukan pengambilalihan dan penerbitan saham baru. Keterbukaan informasi tersebut diumumkan di PT Bursa Efek Indonesia, Senin (5/3).

Emiten berkode saham BRPT tersebut akan menerbitkan penawaran umum terbatas (PUT) II sebanyak 5,6 miliar saham baru dengan nominal Rp 500 per lembar. Total nominal modal yang diperoleh dari proses rights issue tersebut mencapai Rp 2,8 triliun. 

Perseroan juga akan menerbitkan waran sebanyak 1,4 miliar dengan nominal Rp 500. Waran diterbitkan menyertai saham baru yang diterbitkan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham. 

"Sehingga jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari PUT II dan Waran adalah sebanyak-banyaknya 7 miliar lembar dengan nominal Rp 500 per saham," tulisnya.

Manajemen BRPT berharap dari rencana aksi rights issue dapat mengantongi dana segar senilai US$ 1 miliar. Sedangkan, dana tambahan juga akan diperoleh dari penerbitan waran dan bakal digunakan untuk modal kerja. 

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, akan terdilusi kepemilikan hingga maksimum 26,72%. Sedangkan, pemegang saham waran yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi hingga 6,68%.

 

Saat ini, Prajogo Pangestu tercatat menjadi pemegang saham pengendali BRPT sebesar 71,19%. Prajogo Pangestu berencana melakukan penyetoran modal dalam bentuk lain melalui pembelian 66,67% saham Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL).

Sponsored

Rights issue ditargetkan akan dilakukan dalam periode 12 bulan mendatang. Perolehan dana dari hasil rights issue sebesar 52% untuk melunasi sisa akuisisi dengan nilai Rp 520,6 juta. Akuisisi itu dilakukan melalui rights issue yang akan diambil bagian oleh Prajogo Pangestu dengan menyetorkan sisa pembayaran SEGHPL melalui inbreng.

Kemudian, sebesar 25% dana hasil PUT II akan digunakan untuk membayar pinjaman. Jika masih tersisa, dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja, pengembangan usaha, dan modal kerja bagi anak usaha.  

Barito Pacific bergerak di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan, dan transportasi. Sedangkan, Prajogo Pangestu menjabat sebagai komisaris utama perseroan.

Perusahaan yang berdiri sejak 1983 ini juga menggenggam kepemilikan mayoritas pada sejumlah perusahaan petrokimia, salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).

Prajogo Pangestu tercatat sebagai orang terkaya ke-11 di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$2,6 miliar per 29 November 2017. Pundi kekayaannya berasal dari grup Barito Pacific, Chandra Asri, dan perusahaan lainnya.