sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laba bersih Telkom tumbuh 11,5% selama pandemi

Laba bersih perseroan tumbuh 11,5% pada 2020 menjadi Rp20,80 triliun dari tahun 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 30 Apr 2021 09:17 WIB
Laba bersih Telkom tumbuh 11,5% selama pandemi

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mampu mencatat kinerja yang baik di tengah pandemi, dengan membukukan pertumbuhan yang positif dari sisi pendapatan, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) serta laba bersih selama 2020. 

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp136,46 trilliun tumbuh positif sebesar 0,7% dibanding tahun 2019. EBITDA perseroan 2020 tercatat Rp72,08 triliun, naik 11,2% dari 2019, dengan laba bersih sebesar Rp20,80 triliun, atau tumbuh 11,5% dari 2019. Hal ini memberikan sinyal optimisme bahwa digitalisasi mampu menjadi motor penggerak penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, 2020 merupakan tahun yang sangat menantang dan penuh dinamika bagi Indonesia, dengan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia dan masih berlangsung hingga saat ini. Sama halnya dengan sektor bisnis yang lain, industri telekomunikasi merasakan dampak yang cukup besar dengan adanya pandemi. 

Namun, tidak dapat dipungkiri pandemi juga membawa perubahan terhadap kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, dengan tingkat adopsi digital masyarakat yang meningkat signifikan.

“Pandemi telah mempercepat transformasi digital menjadi beberapa tahun lebih cepat dan ini menjadi ruang akselerasi bagi Telkom. Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan kemudahan kepada masyarakat, yang dikarenakan pandemi harus melaksanakan beragam aktivitasnya secara digital dari rumah, termasuk untuk bekerja dan belajar,” ujar Ririek dalam keterangan resminya yang diterima Alinea.id, yang dikutip pada Jumat (30/4).

Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini mengungkapkan, pandemi Covid-19 mendorong kebutuhan masyarakat yang lebih besar akan akses internet di rumah. Menangkap fenomena tersebut, Telkom berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat sepanjang 2020 dengan melayani penambahan pelanggan IndiHome lebih dari 1,01 juta. 

Sehingga, pada akhir 2020, jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta pelanggan atau tumbuh 14,5% jika dibanding akhir 2019. Kondisi ini berdampak positif bagi perusahaan, dengan IndiHome yang mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan sebesar 21,2% menjadi Rp22,2 triliun dibanding tahun lalu dan memposisikan diri sebagai internetnya Indonesia dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Pendapatan per segmen meningkat

Sponsored

Untuk segmen Mobile, Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom mencatat kenaikan trafik data yang cukup besar hingga 43,8% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 9.428 petabyte, seiring dengan semakin besarnya kebutuhan layanan data. Khususnya, dikarenakan perubahan gaya hidup masyarakat akibat dampak pandemi. 

Hal ini tidak lepas dari kontribusi dari 169,5 juta pelanggan Telkomsel, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 115,9 juta pelanggan atau meningkat 5,2% dibanding tahun lalu. 

Selain itu, sepanjang 2020, pendapatan digital business Telkomsel tumbuh sebesar 7,0% menjadi Rp62,33 triliun, yang sekaligus menjadi katalis dalam pergeseran bisnis legacy ke layanan digital business. Kontribusi pendapatan dari digital business meningkat menjadi 71,6% dari total pendapatan Telkomsel, dari 63,9% pada tahun sebelumnya.

Pada 2020, Telkomsel membangun 27.700 base tranceiver station (BTS) 4G LTE baru, sehingga sampai akhir 2020, Telkomsel telah memiliki total BTS lebih dari 231.000 unit dengan 78% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Pada segmen enterprise, fundamental bisnis yang semakin sehat sebagai hasil penerapan kebijakan Telkom untuk fokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi, menghasilkan penurunan biaya operasi, terutama dari biaya perangkat pelanggan di segmen ini. Hasilnya, segmen enterprise membukukan pendapatan 2020 sebesar Rp17,7 triliun. 

Bahkan, pada kuartal IV-2020, pendapatan segmen enterprise mencapai Rp6,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 67,9% dibanding kuartal III-2020. Pencapaian ini dikontribusi oleh pendapatan dari data center dan cloud, application services, dan enterprise broadband.

Selanjutnya, segmen wholesale & international business yang merupakan enabler strategis seluruh segmen bisnis TelkomGroup, menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan sebesar 27,3% YoY menjadi Rp13,5 triliun. Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi, voice wholesale, data center, dan inisiatif inorganik. 

"Saat ini perseroan tengah mempersiapkan rencana unlocking value Mitratel demi meningkatkan valuasi dan memperkuat portofolio bisnis menara telekomunikasi TelkomGroup," ujar Ririek. 

Selain itu, pada segmen ini perseroan juga terus mengembangkan inisiatif neuCentrIX dalam melayani market wholesale industri telekomunikasi dan ekosistem digital, melalui penyediaan layanan data center yang terintegrasi dengan infrastruktur backbone yang memiliki coverage terluas dan berdaya saing global.

Serap capex Rp29,4 triliun selama 2020

Emiten berkode saham TLKM ini juga menyampaikan total belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2020 tercatat sebesar Rp29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan. Penyerapan belanja modal di 2020 lebih kecil daripada rencana proyeksi, dikarenakan pandemi yang mengakibatkan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. 

Ririek menuturkan, belanja modal tersebut terutama digunakan untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur lainnya, dalam rangka meningkatkan kapabilitas digital, demi memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan meliputi jaringan 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut, serta menara telekomunikasi dan data center. 

Adapun dalam rangka mendukung perekonomian nasional, Telkom mencatat nilai besaran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara mandiri sekitar 41,6% dari belanja capex dan 92% dari belanja opex pada 2020.

Berita Lainnya