sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lembaga keuangan syariah: Aset meningkat, market share tipis

Pertumbuhan aset lembaga keuangan syariah mencapai Rp1.823,13 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 06 Apr 2021 15:22 WIB
Lembaga keuangan syariah: Aset meningkat, market share tipis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset lembaga keuangan syariah Indonesia hingga Januari 2021 terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan 24,54% secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan pertumbuhan 2020 yang sebesar 22,72%.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Djustini Septiana mengatakan hingga Januari 2021 tersebut nominal pertumbuhan aset lembaga keuangan syariah mencapai Rp1.823,13 triliun.

"Secara umum aset lembaga keuangan syariah Indonesia Januari 2021 tumbuh tinggi yaitu sebesar 24,54% yoy dengan nominal mencapai Rp1.823,13 triliun," katanya dalam webinar IDX Channel, Selasa (6/4).

Di merinci, dari total Rp1.823,13 triliun aset lembaga keuangan syariah tersebut, sebesar Rp1.077,2 triliun merupakan aset pasar modal syariah dan sebesar Rp600,99 triliun merupakan aset perbankan syariah.

"Sementara dari industri keuangan nonbank syariah sebesar Rp115,83 trilliun," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengatakan masih terdapat beberapa kendala, antara lain belum terintegrasinya keuangan syariah dengan ekosistem industri halal. Padahal, nilai perdagangan industri halal nasional mencapai US$3 miliar. 

"Hal ini memengaruhi peningkatan market share keuangan syariah yang terbatas di mana Januari 2021 masih 10% dari aset industri keuangan nasional," ucapnya.

Selain itu, permodalan terbatas, di mana masih terdapat enam bank syariah yang memiliki modal inti di bawah Rp2 triliun, dari 15 bank syariah yang ada. Juga, literasi keuangan digital yang rendah dan terbatasnya sumber daya manusia (SDM) industri keuangan syariah.

Sponsored

"SDM yang andal dan memiliki kompetensi tinggi di bidang perbankan syariah masih rendah," tuturnya.

 

Berita Lainnya