logo alinea.id logo alinea.id

Luhut: RI bakal peroleh dana abadi dari Uni Emirat Arab

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia akan mendapatkan bantuan dana abadi dari Uni Emirat Arab.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 13 Sep 2019 22:47 WIB
Luhut: RI bakal peroleh dana abadi dari Uni Emirat Arab

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia akan mendapatkan bantuan dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Dia menjelaskan, dana abadi tersebut akan diberikan ke Indonesia setelah kunjungan Pangeran Mahkota Mohammed bin Zayed tersebut ke Indonesia pada bulan Juli lalu.

"Itu mem-follow up kunjungan Mohammed Bin Zayed ke Presiden Jokowi pada dua bulan lalu," ujar Luhut di kantornya Jakarta, Jumat (13/9).

Namun Luhut mengatakan belum tahu kapan rencana tersebut akan berjalan. Dia menyampaikan, rencana tersebut baru akan terealisasi setelah dirinya melakukan kunjungan balasan ke Abu Dhabi, sebagai perwakilan pemerintah Indoensia.

"Belum tahu kapan, tunggu saya ke Abu Dhabi dulu," ucapnya.

Kunjungan Luhut ke Abu Dhabi nantinya juga akan menindaklanjuti sejumlah pembicaraan yang sudah dilakukan dengan presiden Jokowi. Salah satunya adalah ketertarikan UEA di sektor ketahanan pangan.

Bahkan, ujar Luhut, pihak UEA telah meneliti 100.000 hektare lahan di Kalimantan Tengah yang dapat mereka ambil untuk produk impor ke negaranya.

"Kemudian juga juga tadi bicara dalam bidang food security. Mereka sudah meneliti 100.000 hektare di Kalimantan Tengah. Nanti kita bagi dua berapa yang ekspor dan berapa yang untuk kebutuhan domestik," ujar Luhut.

Sponsored

Selain itu di sektor pendidikan, akan ada kerja sama dengan UEA, utamanya untuk berbagi pengalaman dan kurikulum pendidikan serta metode belajar.

"Karena mereka punya sistem pendidikan yang bagus dan mereka mau share dengan kita. Ini terus terang nanti di Kementerian Pendidikan dan termasuk juga nanti Kementerian Agama akan nanti ke sana," ucapnya.

Sedangkan dari sisi pertahanan, UEA tertarik dengan kapal-kapal perang produksi Indonesia. 

"Lalu mereka bicara soal industri pertahanan. Mereka mau beli kapal dari kita. Dapat informasi, mereka akan beli kapal-kapal perang, ada tiga, pertama ini dari Lampung. Jadi dari Lampung itu ternyata kualitasnya bagus," tuturnya.

Sedangkan untuk sovereign wealth fund tadi, Luhut mengatakan, kunjungannya ke Abu Dhabi akan berusaha mengarahkan dana bantuan tersebut ke PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk menggenjot infrastruktur di Indonesia.

"Karena ia mungkin bisa ngasih berapa miliar dolar untuk kemiskinan, infrastruktur, macam-macam program. Banyak itu. Tapi kita jangan terlalu cepat gembira kalau dia di awal itu nanti bisa ngasih ke PT SMI itu bisa membuat Indonesia akan tambah bagus," tuturnya.