sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dampak mahalnya tiket pesawat, dari penurunan wisatawan sampai inflasi

Harga tiket pesawat yang terus naik sejak awal tahun 2018 berdampak buruk pada perekonomian seperti penurunan jumlah wisatawan dan inflasi.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 02 Mei 2019 15:27 WIB
Dampak mahalnya tiket pesawat, dari penurunan wisatawan sampai inflasi

Harga tiket pesawat yang terus naik sejak awal tahun 2018 berdampak buruk pada perekonomian seperti penurunan jumlah wisatawan dan inflasi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik Maret 2019 sebesar 6,03 juta atau turun 21,94% dari Maret 2018 sebanyak 7,73 penumpang.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan penurunan jumlah penumpang ini dipicu oleh kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi sejak 2018.

"Penyebab penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik adalah harga tiket yang masih tinggi," ujar Suhariyanto dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (2/5).

Sejalan dengan hal itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia per Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 1,82% dibanding periode yang sama tahun lalu. BPS mencatat kunjungan wisman per Maret 2018 mencapai 1,36 juta, sedangkan Maret 2019 hanya mencapai 1,34 kunjungan.

Selain itu, dampak kenaikan tarif pesawat juga menyebabkan tingkat hunian kamar hotel yang merosot sepanjang Januari hingga Maret 2019 ini. BPS mencatat tingkat hunian (okupansi) kamar hotel berbintang pada Maret 2019 hanya mencapai rata-rata 52,89% atau turun 4,21 poin dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 57,1%.

"Penurunan tingkat hunian kamar hotel ini tidak hanya berasal dari wisatawan mancanegara tetapi juga dari turis domestik," ucapnya.

Inflasi 

Sponsored

Sementara itu, BPS juga mencatat kenaikan tarif angkutan udara ini terus terjadi hingga bulan lalu, sehingga menyebabkan inflasi April 2019 yang mencapai 0,44%.

Mengutip data BPS, andil kenaikan tingkat pesawat terhadap inflasi April 2019 ialah sebesar 0,03% dan dari total inflasi tahunan sebesar 2,83%. Sementara harga tiket pesawat menyumbangkan pengaruh sebesar 0,31%.

"Kenaikan harga tiket pesawat hampir 11%. Untuk itu, perlu mendapat perhatian karena berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi," katanya. 

Adapun dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 39 kota mengalami inflasi tiket pesawat, dengan inflasi terbesar di Banjarmasin sebesar 23% dan Surakarta sebesar 16%. 

Dengan demikian, Suhariyanto berharap pemerintah segera mencari cara untuk menekan harga tiket pesawat. Terlebih, sebentar lagi akan memasuki Ramadan dan periode mudik Lebaran yang biasanya mendongkrak tarif angkutan udara lebih tinggi.

"Saya yakin Pak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Pak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah tiket ini," ujarnya.

Beralih moda

Di sisi lain, ongkos pesawat yang mahal membuat masyarakat akhirnya memilih alternatif moda transportasi lain seperti kereta dan kapal laut.

Selama Januari–Maret 2019, jumlah penumpang kapal laut mencapai 5,1 juta orang atau naik 5,62% dibanding dengan periode yang sama tahun 2018. 

Pada periode yang sama, jumlah penumpang kereta juga tercatat sebesar 102,8 juta orang atau naik 0,86% dibanding periode yang sama tahun 2018.

Meski demikian, kenaikan tiket pesawat tak berpengaruh terhadap penerbangan ke luar negeri. Seperti yang dicatat BPS, jumlah penumpang angkutan ke luar negeri atau internasional pada Maret 2019 justru naik sebesar 10,67% atau sebanyak 1,5 juta orang dibanding Februari 2019. 

Dengan begitu secara kumulatif (Januari-Maret) 2019 jumlah penumpang ke luar negeri juga tercatat naik baik penerbangan nasional maupun asing mencapai 4,4 juta orang atau naik 4,90% dibanding jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.