close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi pelaksanaan NLE. Foto Kemenkeu
icon caption
Ilustrasi pelaksanaan NLE. Foto Kemenkeu
Bisnis
Jumat, 11 November 2022 19:53

Bea Cukai: National Logistic Ecosystem harus terlaksana pada 2024

NLE berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta, di antaranya melalui pertukaran data dan simplifikasi proses.
swipe

National Logistic Ecosystem (NLE) merupakan ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang, informasi dan dokumen internasional dan domestik. Berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi. Didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem logistik yang telah ada.

Direktur IKC/Kalakhar Tim Teknis Perkembangan NLE Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Agus Sudarmadi menyampaikan, NLE memiliki empat pilar yang harus terlaksana sebelum 2024. Di mana, empat pilar tersebut berdasarkan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2020.

“Ini ada overview program, kami ada empat pilar yang harus dilakukan dan ini harus selesai 2024,” kata Agus dalam acara yang bertajuk “Tata Ulang Ekosistem Logistik Pelabuhan” oleh Alinea.id secara daring, Jumat (11/11).

Keempatnya adalah, pertama, simplifikasi probis pemerintah Dia mengatakan, Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan terpadu via Single Submission (SSm), layanan pelabuhan, dan layanan perizinan. Dalam hal ini, ada juga fokus utamanya seperti SSm Pabean Karantina di 10 pelabuhan, SSm Pengangkut di 14 pelabuhan, SSm Perizinan: Alkes, Vaksin, NPP, kemudian DO Online, dan SP2 Online.

Kedua, kolaborasi platform logistik yang merupakan kolaborasi layanan platform logistik dalam rangka memberikan informasi logistik.
Agus menjelaskan, NLE membangun platform agregator, yang dikolaborasikan platform logistik yang ada. Data yang Bea dan Cukai berikan yakni, data pergerakan barang seperti dokumen transfer tetapi tidak keseluruhan. Terdapat fokus utama yang dilakukan oleh NLE yakni, platform trucking, platform vessel, platform warehouse, dan platform depo container.

Ketiga, kemudahan pembayaran dan fasilitas pembayaran merupakan kolaborasi dengan perbankan dan entitas keuangan lainnya terkait pembayaran dan pembiayaan.

“Kami juga terkoneksi dengan pembayaran. Dahulu cukup bangga dengan cara digital, tetapi sekarang pembiayaan sudah masuk juga,” katanya.

Agus mengharapkan, kemudahan pembayaran dan fasilitas pembiayaan juga merupakan rangkaian pergerakan atau perkembangan logistik. Di mana data-data yang ada bisa menjadi dari bagian pertimbangan risiko kepada bank saat memberikan pembiayaan kepada pelaku bisnis. 

Terdapat fokus utama yang dilakukan oleh NLE yakni, kerja sama dengan perbankan seperti Bank Mandiri,BNI, BRI, BSI, OCBC, Permata, ada Fas Financing layanan logistik.

Sedangkan keempat terkait dengan tata ruang dan infrastruktur yang merupakan penataan tata ruang untuk pergerakan barang yang lebih efisien. Agus menggambarkan fokus utamanya seperti tarif tunggal jasa Pelabuhan Tanjung Priok, koordinasi stakeholder pelabuhan, pembangunan  dan sinkronisasi, autogate system.

Untuk diketahui, saat ini capaian target NLE yang sudah terlaksanakan di 14 tempat sebagai berikut:
1. Belawan (DO Online, SP2 Online, SP2 Online, Autogate, Trucking (STID), SSm Pengangkut (Mandatory), SSm QC, Pemesanan Vessel).
2. Batam (DO Online, SP2 Online, SSm Pengangkut (piloting), SSm QC (P. Bulan), Autogate, Trucking, Pemesanan Vessel).
3. Balikpapan (SSm Pengangkut (Piloting) – Semayang, Vessel Domestik (SIPT), Trucking (STID), Gatesystem, SSm QC (Ekspor), Pemesanan Vessel).
4. Samarinda (SSm Pengangkut (piloting), Vessel Domestik (SIPT), SSm QC (Ekspor), SP2, Trucking (STID), Gatesystem, Pemesanan Vessel).
5. Pontianak (Gate System, SSm Pengangkut (piloting), Vessel Domestik (SIPT), STID, Pemesanan Vessel).
6. Dumai (SSm Pengangkut (Piloting).
7. Palembang (Gate System, SSm Pengangkut (Piloting), SP2, SSm QC (Piloting).
8. Lampung (SP2, Gate System, SSm QC, SSm Pengangkut (Piloting).
9. Merak (SSm Pengangkut (Mandatory), SSm QC, Trucking (STID), Vessel Domestik (SIPT).
10. Tanjung Priok (SSm QC, SSm Pengangkut (piloting), Autogate, DO Online, SP2 Online, Trucking (STID), Vessel Domestik (SIPT), Pemesanan Vessel).
11. Tanjung Emas (DO Online, SP2 Online, SSm Pengangkut (piloting), Trucking (STID), SSm QC, Autogate).
12. Tanjung Perak (SSm QC, Autogate, DO Online, SP2 Online, SSm Pengangkut (piloting), Trucking (STID), Vessel Domestik (SIPT), Pemesanan Vessel).
13. Makassar (DO Online, SP2 Online, SSm Pengangkut (Mandatory), SSm QC, Autogate, Trucking (STID), Vessel Domestik (SIPT).
14. Kendari (SSm Pengangkut (piloting), SSm QC (Ekspor), Trucking (STID), Gatesystem, Pemesanan Vessel.

img
Ghina Mita Yuniarsih
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan