logo alinea.id logo alinea.id

Pengelolaan Bandara Komodo mengerucut ke satu konsorsium

Konsorsium tersebut, telah menyiapkan belanja modal hingga Rp1,2 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 04 Okt 2019 23:05 WIB
Pengelolaan Bandara Komodo mengerucut ke satu konsorsium

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melelang pengelolaan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dari lima konsorsium yang mengikuti lelang proyek tersebut, hanya satu konsorsium yang berhasil masuk ke tahap selanjutnya.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Pengusahaan Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Arief Mustofa mengatakan proyek ini dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kami sedang dalam tahap dialog optimalisasi dengan salah satu konsorsium yang mengikuti lelang. Belum dinyatakan pemenang," ujar Arief di Kementerian Perhubungan, Jumat (4/10).

Kemenhub tengah mempelajari dokumen teknis dan finansial dari konsorsium tersebut. Arief pun melanjutkan, konsorsium ini sekitar 80% dimiliki lokal, dan sisanya, 20% dimiliki asing.

Konsorsium tersebut, telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp1,2 triliun dan belanja operasional (operational expenditure/opex) hingga Rp5 triliun untuk mengelola Bandara Komodo. Dana capex tersebut, akan digunakan konsorsium untuk membangun terminal.

"Kami memberikan waktu pada konsorsium untuk mencari pendanaan maksimal sembilan bulan, sekaligus menyiapkan bikin izin dan segala macamnya," tutur Arief.

Setelah hal tersebut dilakukan, konsorsium juga diwajibkan menjadi Badan Hukum Indonesia. Sehingga, nantinya yang mengoperasikan Bandara Komodo ini bukanlah asing, melainkan BHI.

Adapun lima konsorsium yang mengikuti lelang pengelolaan Bandara Komodo, Labuhan Bajo, adalah PT Cardig Aero Services Tbk dengan Changi Airport International Pte Ltd, lalu ada PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Muhibbah Engineering Bhd, PT Adhi Karya, PT Brantas Abhipraya, dan PT Citilink Indonesia.

Sponsored

Konsorsium ketiga adalah PT Astra Nusa Persada dan Aeroport de Paris International dari Perancis. Konsorsium keempat adalah PT Interport Mandiri Utama yang bekerja sama dengan Egis International, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, dan PT PGAS Solution. Konsorsium terakhir yaitu PT Angkasa Pura I, PT PP, dan GVK Power and infrastructure Limited dari India.