close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
PT Pertamina (Persero) mengantisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 15% pada bulan Ramadan dan arus mudik Lebaran 2019. / Antara Foto
icon caption
PT Pertamina (Persero) mengantisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 15% pada bulan Ramadan dan arus mudik Lebaran 2019. / Antara Foto
Bisnis
Senin, 29 April 2019 12:12

Pertamina antisipasi lonjakan konsumsi BBM sebesar 15% jelang Ramadan

Pertamina mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM yang menurut Kemenhub sebesar 13% untuk arus mudik tahun ini.
swipe

PT Pertamina (Persero) mengantisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 15% pada bulan Ramadan dan arus mudik Lebaran 2019.

SVP Retail Marketing Business PT Pertamina Jumali menyatakan hal ini berdasar perhitungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memprediksi ada lonjakan kebutuhan BBM sebesar 13% untuk arus mudik tahun ini.

"Data dari itu, maka kami mempersiapkan penambahan 15 persen pasokan dari biasanya," kata Jumali dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/4).

43 SPBU di Trans Jawa

Sementara itu, PT Pertamina juga menyiagakan 43 SPBU di Tol Trans Jawa untuk menghadapi masa Ramadan, arus mudik, hingga arus balik Lebaran 2019.

Pemetaan 43 SPBU itu yakni 31 unit di Jakarta dan Jawa Barat, delapan unit di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta lima unit di Jawa Timur.

PT Pertamina memprediksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline (bensin) selama Ramadan dan Idul Fitri 2019 mengalami kenaikan hingga 15% dari rata-rata normal 2018.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan segala hal terkait pasokan BBM dan LPG dengan menyiagakan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (SATGAS RAFI) 2019.

Selama SATGAS RAFI 2019 beroperasi, Pertamina menjaga stok Premium selama 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Turbo 58 hari, Solar 26 hari, Dexlite 27 hari, Dex 35 hari, Avtur 48 hari, LPG 16 hari, dan minyak tanah 69 hari.

“Kami telah memproyeksikan besaran konsumsi BBM pada masa puncak, baik saat arus mudik, maupun arus balik,” ujarnya.

Bahkan, tambah Fajriyah sejumlah sarana BBM telah disiapkan pada masa satgas di antaranya mobil dispenser 26 unit, motor kemasan 200 unit, kiosk Pertamax 67 titik, dan buffer tank BBM 115 unit.

Menurut Fajriyah, pada masa SATGAS RAFI tahun ini, pihaknya akan lebih memberi perhatian pada ketersediaan BBM khususnya gasoline di jalur mudik tol menyusul mulai beroperasinya Tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur, serta Tol Trans-Sumatera ruas Lampung-Palembang. 

Sebab, diperkirakan pemudik lebih memilih menggunakan transportasi darat dengan kendaraan pribadi dan umum.

Konsumsi BBM selama mudik

Fajriyah mengungkapkan konsumsi BBM di jalur tol wilayah Jawa Tengah dan DIY pada Ramadan dan Idul Fitri 2019 diperkirakan mengalami lonjakan tertinggi hingga 300% dibandingkan tahun lalu, disusul Jatim 140%, kemudian DKI Jakarta dan Jawa Barat 100%.

"Dengan tuntasnya jalur tol di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur maka diproyeksikan konsumsi BBM juga meningkat di sepanjang tol baru," ujarnya.

Untuk LPG, menurut Fajriyah, konsumsi saat masa puncak Lebaran diperkirakan naik 15% dari rata-rata normal, sedang rata-rata selama satgas sebesar tujuh persen dari kondisi normal.

Sejumlah upaya pengamanan pasokan LPG selama RAFI 2019 yang dilakukan Pertamina antara lain keamanan stok melalui optimasi kilang dan impor, pangkalan buka saat libur Idul Fitri, menyediakan Bright Gas, mempersiapkan penambahan alokasi 10%-15%, dan memberlakukan pangkalan siaga sebanyak 33.000 unit.

SPBU Modular

Lebih jauh, Jumali mengatakan satuan tugas tim Ramadan dan Lebaran Pertamina akan siaga penuh H-30 jelang hari raya. 

Jumali mengatakan Pertamina mengalami tantangan yang berbeda setiap tahunnya dalam menghadapi Lebaran. Pada Lebaran tahun ini, tantangannya adalah mulai tersambungnya tol dari Merak sampai Probolinggo dengan jarak 920 kilometer (km). 

Dari tersambungnya tol tersebut Pertamina sudah menyiapkan berbagai rencana alternatif untuk memenuhi pasokan BBM. 

Beberapa rencana antisipasi titik macet adalah menyediakan SPBU modular atau sementara. 

Selain itu, strategi lainnya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu menyiapkan BBM kemasan untuk jenis Pertamax, jemput bola dengan pasukan BBM mobile dengan motor, serta menyiapkan BBM kemasan. 

Selain siaga untuk tol Trans Jawa, tol Trans Sumatera juga disiagakan dengan skema yang sama agar pelayanan tetap maksimal. 

Tidak hanya fokus pada tol,  jalur di luar tol Pertamina juga menyiapkan pasokan lebih dengan tim satuan tugas yang siaga 24 jam. 

Pertamina juga menyebutkan tengah menyiapkan pasokan BBM dengan sarana kapal serta pesawat dari Pelita Air untuk daerah terluar serta terpencil di Indonesia. (Ant)

img
Laila Ramdhini
Reporter
img
Laila Ramdhini
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan