sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN didesak segera realisasikan penggunaan kompor listrik

Penggunaan kompor listrik dapat menghemat anggaran negara senilai Rp60 triliun.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 29 Mar 2022 07:45 WIB
PLN didesak segera realisasikan penggunaan kompor listrik

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera memaksimalkan peralihan kompor gas ke kompor listrik. Menurutnya, peralihan ke kompor listrik bisa mengurangi impor LPG.

Dia pun mempertanyakan penundaan peralihan kompor gas ke listrik yang dipandang begitu lama. Padahal, di Indonesia terjadi kelebihan pasokan.

“Saya membayangkan kalau orang di Jawa masak menggunakan induksi, gak ada tuh kita perlu buang banyak subsidi untuk gas melon yang banyak biasnya di lapangan itu,” ujar Deddy seperti keterangan resmi yang dikutip, Selasa (29/3).

Menurut Deddy, PLN harus segera membuka ruang dialog dengan kementerian dan lembaga terkait kebijakan peralihan kompor gas ke listrik agar cepat terealisasi.

“Harus terintegrasi, misalkan antara PLN dan Pertamina. Mungkin harus mulai berdialog dengan Kementerian BUMN, Pertamina, dan Kementeraian ESDM,” ujar Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI itu. 

Senada dengan Deddy, Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, juga mendukung agar peralihan kompor gas ke listrik segera terwujud. Menurutnya, jika ini segera terlaksana, maka akan terjadi efisiensi anggaran hingga Rp60 triliun. 

Andre meminta agar PLN fokus mewujudkan peralihan kompor gas ke listrik. Terlebih, saat ini gas LPG mulai mengalami kenaikan harga dan kelangkaan. 

“Kenapa kompor listrik diwujudkan? Karena ada efisiensi Rp60 triliun, kita bisa menghemat cadangan devisa kita Rp60 triliun,” tutur Andre.

Sponsored

Politisi Partai Gerindra itu menilai, peralihan dari LPG ke listrik ini bisa menjadi salah satu solusi penghematan anggaran bagi Indonesia. Ia juga meminta untuk PLN segera melaporkan kepada Komisi VI DPR RI tentang perkembangan dan strategi PLN untuk mewujudkan program peralihan itu.

“Dari data yang saya baca, misalnya 10 liter air itu dimasak dengan kompor induksi itu biayanya hanya Rp1.200, tapi dengan kompor dengan LPG itu Rp6.000, penghematannya kan luar biasa,” katanya.

Berita Lainnya
×
tekid