sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Proyek KA semi cepat Jakarta-Surabaya capai Rp60 triliun

Selain dari Jepang, pemerintah berharap pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya bakal libatkan swasta.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 25 Sep 2019 06:04 WIB
Proyek KA semi cepat Jakarta-Surabaya capai Rp60 triliun

Selain dari Jepang, pemerintah berharap pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya bakal libatkan swasta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah membuka kesempatan swasta untuk turut andil berinvestasi dalam proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.

“Sebagian dari proyek itu apakah TOD (transit oriented development), perawatan, pengelolaan itu diharapkan dari kerja sama pemerintah swasta,” kata Budi Karya dalam sambutannya pada penandatanganan kesepakatan "Summary Record on Java North Line Upgrading Project" teknis KA semi cepat Jakarta-Surabaya di Jakarta, Selasa (24/9).

Menurutnya pemerintah berharap swasta dapat berpartisipasi dalam berinvestasi dalam megaproyek itu. Hal tersebut bertujuan agar pembiayaan pembangunan kereta semi cepat ini tidak seluruhnya bersumber dari Jepang saja.

Saat ini, pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) siap mengucurkan pinjaman untuk proyek infrastruktur KA semi cepat Jakarta-Surabaya.

“Dari swasta ini diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan sumbangsih investasi, tetapi juga transfer pengetahuan yang didapat mereka bisa membaginya,” jelasnya.

Budi menjelaskan total investasi KA semi cepat diproyeksi mencapai Rp60 triliun. Namun, besaran investasi tersebut masih dapat disesuaikan agar tidak terlalu gemuk.

"JICA itu sangat berpengalaman, MRT misalnya, dan dia juga menawarkan dua hal untuk pembangunan KA semi cepat ini yaitu cepat dan murah," kata Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu.

Sponsored

Budi memaparkan sesuai dengan jadwal, JICA akan melakukan survei terlebih dahulu yang sudah dilakukan sejak Juni 2019 dan akan rampung pada Oktober 2020. Kemudian, nantinya JICA akan memaparkan hasil kajian dan surveinya tersebut kepada pemerintah Indonesia.

“Akhir Mei 2020 JICA sudah memberikan hasil awal studi survei tentang lokasi tanah di mana lebih awal supaya bisa membebaskan tanah,” kata dia.

Menhub menambahkan melalui hasil kajian sementara sampai dengan Mei 2020 tersebut, pemerintah Indonesia berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif dan komprehensif untuk pengambilan keputusan, baik secara teknis, skema pembiayaan proyek maupun kebijakan operasional.

"Kami berharap segmen KA semi cepat Jakarta-Cirebon bisa rampung 2024, dan dapat lanjut sampai ke Surabaya," katanya.

Dalam petemuan tersebut akan dilakukan penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Summary Record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua belah pihak terkat beberapa hal teknis. Di antaranya, lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan dan jenis sarana perkeretaapian.