sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wawancara Sandiaga Uno: Potensi e-sport dan kendaraan Pemilu 2024

Sandiaga Salahuddin Uno bicara soal e-sport sekaligus memberi kode bagaimana posisinya sebagai bakal calon presiden kuat pada Pemilu 2024.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Selasa, 11 Feb 2020 17:17 WIB
Wawancara Sandiaga Uno: Potensi e-sport dan kendaraan Pemilu 2024
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Setelah lama tak terlihat di media, nama Sandiaga Salahuddin Uno kini kembali muncul ke permukaan saat ia resmi dilantik sebagai Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) Esports Indonesia, pada pertengahan Januari lalu.

Budi Gunawan, Ketua Umum PB Esports Indonesia sempat bergurau bahwa pelantikan Sandi sebagai Dewan Pembina saat itu sebagai sebuah kampanye untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Syukur Alhamdulillah berkenan bersedia menjadi dewan Pembina PB Esports, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno. Kita curi start kampanye tidak masalah,” kata BG, sapaan akrab Budi saat memberikan sambutan, (18/1).

Pernyataan BG itu lantas mendapatkan berbagai respons dari masyarakat. Ada yang meyakini bahwa Sandi memang punya kans besar untuk menjadi presiden di 2024. Tapi ada juga yang menganggapnya sebagai guyon belaka.

Terlepas dari respons beragam itu, sebetulnya yang terpenting adalah bagaimana tanggapan Sandi sendiri terhadap pernyataan BG. Nah, Alinea.id berkesempatan untuk bertanya langsung kepada Sandi terkait hal tersebut.

Di tengah-tengah wawancara soal potensi e-sport Indonesia bersama Sandi, kami juga menyelipkan pertanyaan yang sedikit bermuatan politik. Wawancara ini juga dapat didengarkan di podcast Alinea Bercengkerama

Berikut wawancara lengkap Alinea.id bersama Sandiaga Uno, Selasa (4/2).

Bagaimana kabarnya, Bang?

Sponsored

Sehat Alhamdulillah. Dan sekarang banyak waktu untuk olahraga, cukup tidurnya, makan dijaga. Alhamdulillah sehat. Dan senang aja sih, ngamatin perkembangan industri, terutama industri-industri berbasis teknologi. Industri 4.0. Milenial nih, lagi hits banget. Dan pengen lebih banyak tahu sih tren-tren terkini. 

Saya lagi baca buku judulnya Robot-Proof. The roll of higher educations di era artificial intelligence. Jadi, gimana sih kita menempatkan diri, khususnya menempatkan diri menyiapkan generasi ke depan, agar kita mampu terus berperan secara positif. ‘Kan sebentar lagi banyak lapangan kerjaan yang tergantikan oleh robot. Olahraga aja sekarang sudah tergantikan jadi e-sports.

Bagaimana ceritanya bisa terpilih sebagai Dewan Pembina PB Esport? 

Prosesnya cepet sekali ya. Kira-kira di awal Januari itu, saya ditanya apakah berminat untuk ikut dalam kepengurusan e-sport ke depan, dan saya sampaikan bahwa saya pasti kalau berkaitan dengan pembangunan bangsa, saya tanya lagi kenapa harus saya, dan disampaikan kamu Sandi dekat dengan anak muda, dan e-sport ya rata-rata anak muda.

Jadi untuk menjembatani komunikasi antara kepengurusan PB Esports dengan anak-anak muda sebagai bagian utama dari 60 juta gamers pegiat e-sport di seluruh Indonesia. Dan ini bisa berkembang, menuju angka yang cukup fantastis bisa dobel dalam 5 tahun.

Ini kita lihat, potensi sekaligus  juga tantangan. Kalau kita tidak bisa kelola dengan baik, kita tidak memberikan regulasi yang bisa berkontribusi positif. Ini kekuatannya malah berubah menjadi suatu ancaman.

Tugas barunya apa saja, Bang?

Secara spesifik kita ditugaskan untuk pertama adalah membangun tentunya pengurus-pengurus provinsi, pengurus-pengurus daerah e-sport, minimal 16 provinsi agar kita bisa didaftarkan menjadi anggota KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). 

Kedua adalah menata regulasi agar ada satu acuan, panduan, e-sport ini tumbuh berkembang dan bisa berkontribusi tanpa adanya tumpang-tindih, tanpa adanya efek-efek negatif, dan juga sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, keluarga, tentang apa itu e-sport, peran e-sport itu seperti apa.

Dan terakhir yang kita inginkan tentunya membina para atlet e-sport ini untuk semakin baik prestasinya, dan pada suatu saat kita ingin juga bendera Merah-Putih, Sang Saka Merah Putih ikut berkibar di arena e-sport dunia. Ini mimpi kita bersama.

Sedikit menyinggung soal pernyataan Pak BG kemarin bang, memang benar ya kampanye duluan?

Mungkin itu guyonnya Pak Budi ya. Saya melihat bahwa olahraga dan politik itu tentunya hal yang sangat terpisah. Malah waktu saya maju di perhelatan Pilgub DKI 2017 saya mundur sebagai Ketua Umum PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia). Itu tercatat di track record saya, karena saya khawatir posisi saya sebagai calon nanti memecah-belah konsentrasi pembinaan atlet, dan kesiapan mereka dan pada saat itu mereka bersiap menuju Asian Games. Tapi yang Pak Budi sampaikan itu benar, dari segi bahwa siapapun yang aktif terjun di politik, saya kebetulan selain pernah terjun sebagai pengusaha di korporasi, saya juga pernah di pejabat publik menjadi ikut di pemerintahan.

Dan saya pernah juga sebagai politisi ikut dalam perhelatan kontestasi demokrasi. Bahwa memang ke depan demografi Indonesia itu didominasi oleh anak-anak muda gitu. Dan ketersinggungan yang diangkat Pak Budi itu adalah bahwa anak-anak muda bisa lebih kenal sosok Sandiaga, apalagi kalau saya berkecimpung dan ikut mengurus PB Esports.

Jadi ini saya lihat sebagai motivasi, mungkin juga bercanda, mungkin juga warning, enggak usah terlalu kita artikan secara politik. Tapi saya melihat ini jadi poin yang sangat penting bagi siapapun nanti yang akan mencoba untuk bisa dekat dengan anak-anak muda, bisa mengerti juga apa yang menjadi kesukaan anak muda.

Terlepas soal politik, sebetulnya potensi apa saja yang bisa dimaksimalkan dalam e-sport?

Ya tentunya kita ingin punya atlet-atlet yang berprestasi di tingkat dunia karena Indonesia potensinya salah satu yang paling besar dengan jumlah populasi di atas 250 juta dan kita melihat pegiat e-sport ini sudah di atas 60 juta. Jadi kita juga harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, untuk menjadi game developer, dan kita juga harus punya publisher-publisher yang kuat, kita juga harus punya tim-tim yang kuat, kita punya coach, trainer, kita punya packaging atau kemasan yang tentunya jadi acuan dari atlet e-sport dunia ini. Indonesia harus ada di lokomotif. Jangan kita bicara 10 besar, menurut saya, kita harusnya paling tidak 5 besar. Karena kalau kita lihat potensinya 5 besar dunia.

Tapi di segala bidang e-sport itu kita harus juga mampu untuk tampil paling tidak di papan atas. Kita harus naik kelas. Saya cukup optimis melihat potensi atlet kita terutama atlet muda. Di usia muda itu mereka hand, eye coordination itu kan sangat penting. Dan refleksnya itu akan sangat menentukan daya saing dia. Dilatih dengan baik.  

Dan saya senang banget nih, banyak sekali perusahaan-perusahaan besar yang ikut terjun nih, perusahan-perusahaan besar juga punya tim juga. Ini jadi satu dorongan yang merupakan kolaborasi antara publik, private, partnership. Jadi publiknya ikut aktif, dan pemerintahnya juga ikut aktif. Empat kementerian loh, turun tangan khusus untuk membina e-sport ini. Ada PB Esport-nya juga. Juga ada dunia usaha, ada korporasi, dan tentunya ekosistem ini bisa menjadi ekosistem yang sangat mumpuni.

Kalau dari sisi investasi, bagaiamana potensi e-sport ini ke depan?

Nih ada beberapa data-data yang menurut saya sangat relevan. Bahwa tahun 2022 global games jadi US$200 miliar. Jadi jumlahnya besar banget. Dan pasar dari industri gaming ini sudah sama besarnya dan akan melampaui pasar alat konstruksi.

Di Indonesia dengan 60 juta pemain e-sport ini, tim-tim jawaranya juga sudah mulai banyak ya kemarin kita sudah lihat di beberapa turnamen di kelas regional. Dan di Indonesia sendiri sudah sudah US$1 miliar.

Jadi tadi bicara investasi, dan industri sendiri aja sudah di atas Rp13 trilun, dan 2022 dobel Rp25 triliun. Dan ini kita ngeliatnya enggak cuma dari satu sisi pandang yang sempit ya, jadi kita harus melihat secara luas, agar e-sport ini akan terus juga menggerakkan ekonomi kita dan membuka lapangan kerja.

Memangnya peluang profesi di e-sport apa saja?

Banyak banget karena ekosistem esport, pertama EO, turnamen, berapa banyak lapangan kerja yang dicipta oleh Kak Giring (Giring Ghanesa) dan teman-temannya. Dan turnamen e-sport ini juga ada di Jakarta kan pengikutnya yang daftar 177.000, berarti ada ekosistem yang ada di belakang situ yang diharapkan akan berkembang.

Juga kita lihat ekosistem e-sport itu nanti ada fintech-nya juga. Karena nanti setiap apa, game developer mungkin perlu bantuan pendanaan di awal itu akan mengembangkan fintech. Industri kreatifnya akan berkembang, entertainment-nya juga akan berkembang, juga ada cosplay.

Nah profesinya apa aja? Game builder, game developer, content creator, sports commentary, itu kan dikomentarin kalau lagi nonton, news caster, analis pertandingan, promotor, MC pembawa acara, coach, trainer, manager juga tim owner, menurut saya jadi satu ekosistem sendiri yang akan menghasilkan industri yang cukup lebar ya dan lapangan kerjanya juga akan menurut saya cukup beragam.

Infografik profesi yang lahir dari e-sport. Alinea.id/Dwi Setiawan

Berikut video wawancara dengan Sandiaga Uno:

1. Menjadi Dewan Pembina PB eSport, Sandiaga Uno kampanye duluan ? (Part 1) | Alinea Bercengkrama

2. Seperti apa potensi eSport di Indonesia? (Part 2) | Alinea Bercengkrama

3. Peluang profesi dari eSport kata Sandiaga Uno (Part 3) | Alinea Bercengkrama

4. Seperti apa tantangan eSport di Indonesia ? (Part 4) | Alinea Bercengkrama

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB