logo alinea.id logo alinea.id

SMF dapat suntikan modal Rp2,5 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) akan menggunakan penyertaan modal negara (PMN) untuk pembiayaan KPR FLPP.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 04 Okt 2019 19:08 WIB
SMF dapat suntikan modal Rp2,5 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2,5 triliun untuk membangun 102.500 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2020. 

Dirut PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan dana tersebut akan disalurkan untuk pembangunan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Untuk tahun 2020 kita dapat PMN dari pemerintah Rp2,5 triliun dan sudah di-matching untuk program apa saja. Pertama program Penurunan utang fiskal penurunan subsidi khusus FLPP di mana PT SMF support 25% dari totalnya," katanya di Gedung Ditjen Kekayaan Negara, Jakarta, Jumat (4/10).

Dia menjelaskan, dari total Rp11 triliun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun 102.500 rumah MBR dengan skema FLPP, PT SMF akan mengucurkan 25% dana atau sebesar Rp3,7 triliun. Sementara 75% lainnya berasal dari permodalan lainnya.

Dia menjelaskan besaran dana Rp3,7 triliun tersebut didapatkan dari leverage atau daya ungkit biaya dari Rp1,75 triliun dana PT SMF yang dapat dialokasikan. 

"Jadi dari Rp2,5 triliun itu tidak semua dapat digunakan untuk FLPP. Untuk dana FLPP hanya Rp1,75 triliun. Tapi bisa di-leverage jadi Rp3,7 triliun," ungkapnya.

Sementara, untuk Rp750 miliar sisa modal yang diberikan negara, akan digunakan sebesar Rp250 miliar untuk program pembangunan KPR pascabencana. Sedangkan dana sisanya sebesar Rp500 miliar akan dipakai untuk membangun rumah subsidi bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

"Tapi kalau untuk ASN itu subsidi rumah hanya diberikan untuk golongan III dan IV," ucapnya.

Sponsored

Dia pun mengatakan sejak berdiri pada tahun 2005 hingga sekarang PT SMF telah menyalurkan modal sebesar Rp55 triliun di mana sebesar Rp10 triliun untuk memfasilitasi sekuritisasi KPR.